Home / Nasional / Menpan Larang ASN Terima Parsel dan Gunakan Mobil Dinas Mudik Lebaran

Menpan Larang ASN Terima Parsel dan Gunakan Mobil Dinas Mudik Lebaran

Menpan Larang ASN Terima Parsel dan Gunakan Mobil Dinas Mudik Lebaran
Ist
Syafruddin, Menpan-RB

Jakarta, Oketimes.com - Jelang hari raya Idul Idul Fitri 1440, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak menerima bingkisan lebaran dalam bentuk apapun, karena parsel dapat diindikasikan sebagai gratifikasi atau suap.

Menurutnya, hal itu dilakukan guna menindaklanjuti surat edaran KPK, mengenai imbauan pencegahan gratifikasi terkait hari raya keagamaan. Lantas apa konsekuensinya jika ASN tetap bandel menerima parsel?

Syafruddin menerangkan ASN tetap diperbolehkan menerima kartu ucapan yang biasa tertera pada parsel, namun bingkisannya dapat dikembalikan ke pihak yang mengirim. Bila parsel tetap diterima, maka akan dilaporkan ke KPK.

"Bagi ASN yang membandel menerima parsel akan menerima risiko masing-masing, yakni dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Syafruddin dalam siaran persnya ke media pada Kamis 30 Mei 2019.

Sebagaimana diketahui, KPK telah menerbitkan Surat Edaran mengenai imbauan pencegahan gratifikasi terkait hari raya keagamaan. Dalam surat edaran nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 dijelaskan beberapa hal terkait larangan ASN menerima parsel.

Dimana sebagai pegawai negeri/ penyelenggara negara dilarang menerima gratifikasi baik berupa uang, bingkisan atau parsel, fasilitas, dan bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Adapun penerimaan gratifikasi dapat menimbulkan konflik kepentingan, bertentangan dengan peraturan/kode etik, dan memiliki risiko sanksi pidana antara lain ASN dilarang mudik pakai mobil dinas, terima parsel.

Syafruddin dalam sebuah kesempatan juga sudah menegaskan bahwa PNS tidak boleh menggunakan fasilitas pemerintah seperti kendaraan dinas untuk mudik.

"Ya tidak boleh, jangan pakai mobil dinas. Kita sudah bikin edaran untuk mobil dinas tidak boleh dipakai untuk mudik. Sudah, Jangan dipakai. Diparkir saja di kantor masing-masing," tegas Syafruddin pada awak media Senin 27 Mei 2019 di Jakarta.***


Source     : Detik
Editor       : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.