Home / Nasional / Michael Umbas: Bak Musuh Dalam Selimut, ASN 'Julid Mata' Harus Singkir

Tanggapi Gugatan MK Soal Mobilisasi ASN

Michael Umbas: Bak Musuh Dalam Selimut, ASN 'Julid Mata' Harus Singkir

Michael Umbas: Bak Musuh Dalam Selimut, ASN 'Julid Mata' Harus Singkir
Ist
ASN dari berbagai satuan jajaran Kodam II/Swj Garnizun Palembang, ikuti Upacara Peringatan HUT Ke-47 KORPRI tahun 2018 di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Kamis 29 November 2018 lalu.

Jakarta, Oketimes.com - Capres Prabowo-Sandi gugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Anehnya, salah satu materi gugatan yakni dugaan mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memenangkan Jokowi-Amin.

Ketua Umum Arus Bawah Jokowi Michael Umbas menilai, tudingan ASN dimobilisasi oleh Jokowi-Amin sangat jauh dari logika dan akal sehat dan lagi-lagi kubu 02 bisa dikatakan menebar hoaks.

"Fitnah yang jelas membohongi rakyat. Sesuai survei internal sebagaimana diungkap Ketua Harian TKN Jokowi-Amin, Moeldoko, 72 persen ASN justru mendukung 02," kata Umbas kepada wartawan seperti dilansir dari merdeka.com pada Kamis 30 Mei 2019.

Patut dicatat, lanjut Michael Umbas bahwa Presiden Jokowi tidak mungkin menjadikan ASN sebagai mesin politik seperti Era Orde Baru. Sepertinya sejumlah ASN belum sepenuhnya siap mengubah mental.

"Akuntabilitas dan transparan anggaran di pemerintahan Jokowi, membuat zona nyaman ASN terganggu," tandas Umbas dengan meyakinkan.

Tidak pelak, dia juga mendapat informasi, banyak ASN maupun pegawai BUMN yang 'julid' atau nyinyir, menjelekkan, bahkan memaki pemerintah sebagai bagian diri sendiri. Sikap anti-pemerintah ini sangat aneh dan sangat tidak bijaksana. Sebab mereka masih terima gaji, THR dan tunjangan lainnya.

"Tipe ASN yang 'julid' perlu disingkirkan. Anasir jahat segelintir ASN harus dihilangkan. Abdi negara mestinya jaga nama baik pemerintah, bukan malah ikut-ikutan politik lewat pernyataan yang sudutkan pemerintah," tegas Umbas.

Michael Umbas pun tak ingin orang yang gemar 'menggunting dalam lipatan' ikut menjalankan roda pemerintahan. ASN jangan sampai seperti musuh dalam selimut.

Umbas menambahkan, karakter birokrasi harus profesional, tidak boleh menjadi agen politik untuk mendelegitimasi kerja-kerja pemerintah.

"Kami harap ada sanksi tegas kepada ASN yang bermental buruk, menggerogoti tatanan pemerintahan. Ini penting supaya pelayanan publik tidak terganggu. Layani rakyat sepenuh hati sebagaimana amanat tugas masing-masing ASN," tutur Umbas.

Namun demikian, dia juga meyakini banyak ASN yang benar-benar berdedikasi, profesional, loyal kepada negara. Mereka yang bekerja tanpa pamrih hanya demi rakyat. Di pelosok daerah maupun perbatasan, dan di kota-kota.

"Apresiasi setinggi-tingginya terhadap ASN fokusnya kerja, kerja, kerja. Jangan tiru ASN yang hobi bergosip buruk ke pemerintah," tutup Umbas.***


Source     : Merdeka
Editor       : Van Hallen  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.