Home / Nasional / Syarat Formil Tidak Dipenuhi, ABB Batal Bebas

Syarat Formil Tidak Dipenuhi, ABB Batal Bebas

Syarat Formil Tidak Dipenuhi, ABB Batal Bebas
Int
Abu Bakar Ba'asir.

Jakarta, Oketimes.com - Kepala Staf Presiden Moeldoko memastikan hingga kini permintaan bebas bersyarat atas nama Abu Bakar Ba'asyir, tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah.

Hal itu dilakukan Pemerintah, menyusul Ba'asyir tidak memenuhi syarat formil sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan sebagaimana dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

"Iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu, (syarat formil) tidak boleh dinegosiasikan. Harus dilaksanakan," kata Moeldoko kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1/2019) kemarin.

Diterangkan Moeldoko, Syarat Formil bagi Narapidana perkara terorisme pertama, bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya.

Kedua, telah menjalani paling sedikit dua per tiga masa pidana, dengan ketentuan dua per tiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 bulan. Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani.

Terakhir, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan pemohon dijatuhi pidana dan menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI secara tertulis.

Lebih jauh Moeldoko juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo, sebenarnya menyambut baik permohonan Ba'asyir bebas. Mengingat kondisi kesehatan Ba'asyir yang kini sudah berusia 81 tahun terus menurun sehingga membutuhkan perawatan yang khusus.

"Dari sisi kemanusiaan, Presiden sangat memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Namun ya Presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak dapat dikurangi dan tidak dapat dinegosiasikan," ujar Moeldoko.

Meski demikian, Moeldoko memastikan bahwa akses Ba'asyir terhadap fasilitas kesehatan tidak akan berubah. "Akses Ba'asyir ke fasilitas kesehatan enggak berubah. Itu standard. Bahkan akan kita lebihkan ya apabila membutuhkan. Itu untuk urusan kesehatan, kemanusiaan, enggak bisa dikurangi," pungkas Moeldoko seperti dilansir dari kompas.com. ***

Sumber  : Kompas.com / Editor  : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.