Protes Kerusakan Jalan, Truk Tangki CPO Dilarang Melintas di Jalan Aski Aris Rengat

Protes Jalan Rusak: Ratusan warga Jalan Aski Aris Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Jumat 27 April 2018 sore, melakukan aksi menutup jalan dan melarang truk tangki CPO melintas di sepanjang jalan tersebut. Hal ini dilakukan warga sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tidak kunjung memperbaiki jalan tersebut, sementara truk CPO bebas melintas dan memperparah kondisi jalan semakin hancur.

Rengat, Oketimes.com - Habis sudah ambang kesabaran masyarakat sepanjang jalan Aski Aris Rengat, kondisi badan jalan semakin rusak parah dan sulit dilalui, tidak sedikit korban berjatuhan karena jalan yang menganga dimana mana.

Kondisi hancurnya badan jalan akibat angkutan Cruide Palm Oil (CPO) bermerk Sumber Kencana (SK) milik Johor Judin WNI Keturunan penduduk Rengat, tidak hanya memporak porandakan badan jalan Aski Aris, namun di sejumlah ruas jalan sepanjang Sungai Indragiri dalam kawasan Desa Sei Beringin, Lumu, Sindolas hingga ke Kuala Cenaku, hancur diluluh lantakkan truck tanki yang bertonase tinggi 30 ton – 40 ton per truk angkutan CPO.

"Penderitaan ini sudah berjalan sedikitnya 2 tahun ini, hancurnya badan ini sudah disampaikan kepada para wakil Rakyat di DPRD Inhu, bahkan kepada Bupati Inhu, namun hingga kini tidak ada sama sekali tanda tanda untuk perbaikan badan jalan yang sudah luluh lantak ini," kata Ust Ali Fahmi Aziz selaku koordinator aksi dan atas nama masyarakat jalan Aski Aris Rengat.

Ali Fahmi didampingi penanggungjawab aksi, Supri Handayani, SE dan ratusan warga sekitar jalan Aski Aris Rengat dalam orasinya menegaskan, penutupan badan jalan sepanjang Jalan Aski Aris Rengat sebagai konsekwensi warga dengan harapan Pemkab Inhu  dan Pemprop Riau dapat secepatnya merenovasi badan jalan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap rakyatnya.

"Mulai hari ini semua jenis angkutan CPO milik Johor Judin dan truck tangki yang bergabung dengan Sumber Kencana, tidak berkenan melintasi jalan Aski Aris Rengat, sebelum adanya komitmen dari yang bertanggungjawab atas perbaikan badan jalan Aski Aris yang statusnya jalan Prop Riau dengan Kelas IIIB dengan kapasitas 8 ton pada sumbu jalan," kata Supri Handayani yang akrab dipanggil Ando ini.

Menurutnaya ketahanan badan jalan Aski Aris Rengat saat ini hanya sekitar 7 ton pada sumbu jalan, sekarang dilalui dengan truk tangki dengan kapasitas angkutan CPO 30 ton – 40 ton per truk tangki, sudah tentu badan jalan hancur dan poran poranda seperti ini.

Ironis memang, kondisi badan jalan hancur sudah berjalan beberapa tahun, sementara Pemkab Inhu diam-diam saja. Meski jalan tersebut merupakan jalan propinsi Riau, seharusnya pihak pemkab melaporkan hal tersebut kepada gubernurnya untuk segera dilakukan perbaikan. "Kenapa ratusan truk tangki angkutan CPO itu, dibiarkan saja melintas setiap harinya, ini ada apa," ucapnya.

Supri Handayani maupun Ali Fahmi Aziz menyebutkan bahwa, sebelum ada komitmen dari pejabat yang bertanggungjawab untuk perbaikan badan jalan yang sudah hancur lebur ini.

Penutupan badan jalan tetap saja dilakukan, dan jika ada truk tangki yang nekat menerobos jalan masuk Aski Aris Rengat ini, penanggungjawab tidak bertanggungjawab atas keselamatan truk tersebut.

Pantauan awak media ini di lokasi, aksi penutupan badan jalan di ujung jalan Aski Aris Rengat hingga pertigaan ujung jalan Aski Aris Rengat ini tetap dipantau warga yang dimulai hari Jumat selama 24 jam secara bergantian dengan warga lain. (zul).


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait