Guru dan Siswa SDN 25 Pekanbaru Gelar Aksi Simpatik Kabut Asap

Aksi simpatik sebagai bentuk keprihatinan bencana kabut asap di Pekanbaru terus dilakukan masyarakat. Kali ini Guru dan siswa dari SDN 25 Jalan Sekolah Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Mereka menggelar aksi simpatik dengan mencurahkan isi hati dan protes terhadap pemerintah bahkan Presiden RI Joko Widodo.

Pekanbaru, Oketimes.com - Aksi simpatik sebagai bentuk keprihatinan bencana kabut asap di Pekanbaru terus dilakukan masyarakat. Kali ini Guru dan siswa dari SDN 25 Jalan Sekolah Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Mereka menggelar aksi simpatik dengan mencurahkan isi hati dan protes terhadap pemerintah bahkan Presiden RI Joko Widodo.

Akibatnya, sepanjang pagar sekolah berjejer lembaran kertas, dengan berbagai tulisan yang mendesak presiden RI, untuk menghentikan asap.

Salah seorang guru yang dimintai komentarnya terkait aksi tersebut, memaparkan kegiatan tersebut bertujuan mendesak pemerintah  untuk bertindak cepat dalam menanggulangi asap dan mengajak masyarakat peduli asap.

Sementara Kepala Sekolah SDN 25 Pekanbaru, Hj Mery Yonuzar, SPd mengaku aksi ini digelar atas arahan sari Ketua K3S Kecamatan Rumbai, Amir Hamzah dan mungkin digelar secara bersamaan oleh seluruh sekolah.

Diuraikannya, akibat asap, sudah hampir 60 hari Proses Belajar Mengajar (PBM) tidak terlaksana, dan anak-anak sudah ketinggalan pejaran. Khususnya anak-anak siswa kelas VI, padahal masa ujian sudah semakin dekat.

Dia berharap pemerintah dalam hal ini Presiden RI, Joko Widodo  bertindak tegas dalam penanggulangan asap. Sehingga anak-anak bisa belajar sebagaimana mestinya, ujarnya.

Ditanya, apakah kabut asap merupakan kesalahan Presiden. Dengan sedikit kaku, mery menjawab tidak, tapi kesalahan pengusaha dan masyarakat.

Salah seorang siswa yang disambangi media ini mengaku ikut aksi atas arahan Kasek dan guru. " Kami tak bisa sekolah dan kumpul sama teman-teman karena asap," lirihnya.

Sementara Kabid Dikdas Disdik Pekanbaru Darisman, MPd yang dikonfirmasi terkait aksi para guru dan siswa tersebut melalui pesawat silulernya. Mengaku tidak ada arahan dari Disdik  untuk aksi tersebut. Mungkin itu aksi spontanitas para siswa dan guru.

" Saya akan coba cek  kebenaran aksi tersebut, karena hingga saat ini tidak ada koordinasi dari sekolah yang menggelar aksi dengan kami," pungkasnya. (jsn)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait