TNI AU dan RAAF Perkuat Sinergi Lewat Latma Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin

Interoperabilitas TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Royal Australian Air Force (RAAF) semakin diperkuat melalui Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2025 yang berlangsung di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn), Pekanbaru. Latihan ini menjadi ajang strategis untuk meningkatkan koordinasi operasi udara modern sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua angkatan udara.
PEKANBARU, Oketimes.com - Interoperabilitas TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Royal Australian Air Force (RAAF) semakin diperkuat melalui Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2025 yang berlangsung di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn), Pekanbaru. Latihan ini menjadi ajang strategis untuk meningkatkan koordinasi operasi udara modern sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua angkatan udara.
Rangkaian latihan berlangsung bertahap, dimulai dari misi dua pesawat hingga operasi kompleks dengan delapan pesawat tempur dalam berbagai skenario. Latihan juga melibatkan pesawat tanker KC-30 milik RAAF untuk mendukung skenario air-to-air refueling (AAR), yang dinilai memperluas jangkauan operasional sekaligus meningkatkan ketahanan udara.
“Dengan dukungan air-to-air refueling, skenario yang kami desain semakin mendekati operasi sesungguhnya, sehingga meningkatkan kualitas pelatihan dan kesiapan tempur,” ujar Danwing Udara 6 sekaligus Direktur Latma Elang Ausindo dari TNI AU, Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, Jumat (29/8/2025).
Selain latihan udara, prajurit RAAF juga mengikuti kegiatan wisata religius di Pekanbaru pada Rabu (27/8/2025). Mereka mengunjungi Pura Agung Jagat Natha, Gereja HKBP, dan Masjid Raya An-Nur. Kegiatan yang dipandu Kepala Pembinaan Mental Lanud Rsn Letkol Sus H Zemonnedi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keberagaman Indonesia.
Salah satu perwira RAAF, Flight Lieutenant Abdul Kader, menyampaikan kekagumannya terhadap kehidupan beragama di Indonesia yang dinilai harmonis meski penuh perbedaan. Sementara itu, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menegaskan bahwa toleransi dan kebersamaan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama militer, tetapi juga membangun pemahaman budaya antara TNI AU dan RAAF.***
Komentar Via Facebook :