Minta Pemerintah Bijak dan Carikan Solusi

Pedagang Pasar Dupa Keluhkan Penyekatan Posko PPKM Persimpangan Fly Over Harapan Raya-Sudirman

Salah satu pedagang sayur-mayur Topan (30), bersama istrinya Sri Hartati (29), dirinya harus mondar-mandir menjajahkan dagangannya ke luar pasar, meski lapak yang ditempati sudah tersedia, Rabu (8/9/2021).

Pekanbaru, Oketimes.com - Akibat adanya penyekatan di posko PPKM persimpangan Jalan Fly Over Simpang Harapan Raya Sudirman Kota Pekanbaru, sejumlah pedagang pasar pagi Dupa Tangkerang Tengah Marpoyan Damai, keluhkan adanya penyekatan tersebut.

"Masalahnya posko penyekatan ppkm tersebut, sangat dekat dengan Pasar pagi Dupa, sehingga otomatis menutup pintu masuk ke dalam pasar dupa bagi masyarakat yang ingin berbelanja ke pasar dupa selama ini," ungkap salah satu pedagang sarapan pagi Ibu Ika Novri (36) saat disambangi Rabu (8/9/2021) di Pasar Pagi Dupa Pekanbaru.

Disebutkannya, semenjak dilakukan penyekatan ppkm, pengunjung Pasar Dupa menjadi sepi dan lengang sejak pukul 07.00 WIB pagi hingga siang.

Padahal biasanya lanjut Ika, sebelum adanya penyekatan posko ppkm di persimpangan jalan tersebut, pengunjung pasar dupa masih ramai hingga siang hari. Sehingga transaksi jual beli pedagang bisa untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan keperluan lainnya.

"Saat ini, penjualan kami hanya bisa terjual sedikit dan tidak bisa untuk menutupi modal yang sudah kami keluarkan," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Topan (30), salah satu pedagang sayur mayur yang mangkal di pasar Dupa kota Pekanbaru. Bersama istrinya Sri Hartati (29), dirinya harus mondar-mandir menjajahkan dagangannya ke luar pasar dupa, meski lapak yang ditempati sudah tersedia.

Diungkapkannya, merosotnya penjualan sayur-mayur yang dijajakan selama penyekatan di Posko PPKM simpang Fly Over Jalan Harapan Raya - Sudirman Pekanbaru, penjualan mereka sayur-mayur makin merosot dan bahkan sering terbuang begitu saja, karena tidak ada pembeli atau laku.

Sementara itu lanjut Topan, semua sayuran tersebut dibeli dari petani secara kes, meskipun tidak terjual, dirinya harus membayarkannya ke petani sayur masyur tersebut. "Untuk menutupinya, suami saya terpaksa harus cari kerja tambahan di luar dagangan ini," timpal Hartati istri Topan.

Pada umumya lanjut Topan, para pedagang Pasar Pagi Dupa, sangat tidak setuju karena, dengan diadakannya penyekatan posko PPKM di dekat Pasar Dupa Kota Pekanbaru.

Mereka berharap kepada pemerintah, agar lebih bijak untuk menentukan lokasi penyekatan posko PPKM, sehingga tidak melumpuhkan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang di Pasar Dupa Kota Pekanbaru.

Pantauan di lokasi, aktivitas pedagang di Pasar pagi Dupa Kota Pekanbaru terlihat lengang, akibat puluhan meja lapak kosong ditinggalkan pedagang, karena tidak sanggup lagi membayar kontrak lapaknya.

Hal tersebut juga tidak terlepas dengan pendapatan terhadap petugas parkir yang sering tidak mencapai target setoran setiap harinya.

Agung salah seorang petugas parkir sangat berharap kepada pemerintah, agar segera menemukan kebijakan baru yang bisa memerangi virus corona tanpa melumpuhkan ekonomi masyarakat kecil, khususnya di Pasar Pagi Dupa Pekanbaru.*** 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait