Hadapi Pandemi Covid-19, 50 Peternak Bebek dan Belut Koto Gasib Latihan Digital Marketing 

Penyerahan Bibit belut dari PT KTU kepada warga Koto Gasib.

SIAK - Sebanyak 50 orang masyarakat di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau diberikan pelatihan atau edukasi tentang budidaya bebek petelur, belut serta digital marketing dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Pelatihan yang mendapat dukungan penuh dari Camat Koto Gasib Dicky Sofyan dan Polres Siak ini merupakan program PT Kimia Tirta Utama, salah satu perusahaan perkebunan di wilayah Kecamatan Koto Gasib dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat pada penerapan new normal ini.

Menurut Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, kegiatan ini sejalan dengan program Kapolda Riau dalam jaga kampung yang menggerakkan para pemuda di wilayah Kecamatan Koto Gasib. Apalagi dampak Covid-19 ini sangat terasa pada ekonomi saat ini.

"Untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat, bisnis secara online ini salah satu upaya yang harus dijalankan. Bagaimana caranya, hari ini masyarakat Pangkalan Pisang Gasib akan diberikan ilmu tentang digital oleh praktisi media sosial dari Pekanbaru," kata Camat Dicky Sofyan kepada wartawan seperti dilansir dari  Goriaucom pada Sabtu (27/6/2020).

Dikatakan Camat Gasib, selama ini PT KTU sangat memberikan kontribusi yang besar dalam pembedayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan untuk beternak serta bibit tanaman untuk menjaga kestabilan bahan pangan.

"Selain warga yang sudah menjalankan usaha ternak, yang pemula juga mendapat bantuan bibit bebek petelur denhan total mencapai 200 ekor. Bagaimana acara beternak bebek dan belut yang benar itu akan dipaparkan dalam pelatihan ini. Bagaimana cara pemasarannya secara online juga akan diajarkan," kata Camat Gasib.

Sementara itu, Administrator PT Kimia Tirta Utama, Ahmad Zulkarnain salah satu pemateri bebek petelur mengatakan, Jamil Asep merupakan peternak bebek petelur yang terbilang sukses di usia yang masih sangat muda, yakni 25 tahun.

"Dalam pemberian makan dan perawatan bebek petelur itu ada standarnya. Tidak sembarangan atau asal-asalan saja. Begitu juga dengan ternak belut, mulai dari persiapan tempat ternaknya akan diajarkan teknisnya. Ilmu ini yang akan disampaikan kepada masyarakat. Siapa yang mau berhasil di dunia harus dengan
ilmu," kata Ahmad Zulkarnain.

Apalagi era revolusi 4.0 dan new normal ini, kata Zulkarnain, masyarakat harus melek teknologi dan informasi melalui digital. Akibat pandemi Covid-19 ini, aktivitas bisnis berhenti, pertokoan tutup, kebangkrutan berbagai bisnis akan meningkat, makanya harus putar otak tetap menjalankan usaha dengan memanfaatkan digital marketing.

"Pelaku usaha di Gasib ini bisa manfaatkan peluang bisnis online, pasarkan produk UMKM, pertanian dan peternakan melalui online. Agar ekonomi masyarakat tetap stabil di tengah masa pandemi Covid-19 ini. Inilah alasan kita menggagas pelatihan digital marketing ini," kata Zulkarnain.

Program pelatihan Budidaya Bebek, Belut dan Digital Marketing untuk meningkatkan Produktivitas Masyarakat dalam rangka hari Bhayangkara ke-74 ini menurut Kasat Binmas Polres Siak, M Y Lubis sangat membantu menekan angka kriminalitas yang terjadi akibat himpitan ekonomi selama pandemi Covid-19.

"Apabila masyarakat kekurangan bahan pangan dan tidak ada pekerjaan, maka timbul kejahatan. Karena mereka harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Makanya peran PT KTU dalam menjaga ketahanan pangan ini harus kita dukung," ujar AKP MY Lubis.

Camat Koto Gasib Dicky Sofyan bersama manajemen PT KTU meninjau lahan kelompok tani yang ditanam singkong atau ubi roti. Monri Efendi (40) warga Pangkalan Pisang mengaku bersyukur mendapat ilmu baru dari ke empat narasumber yakni Cak Winda Praktisi Medsos yang mengisi materi digital marketing, Imam Bukhari peternak belut, Aris Siswanto, pengajar di SMK dan Jamil Asep pemateri ternak bebek petelur.

Pemilik usaha bengkel ini mengaku ilmu beternak memang ingin diketahuinya sejak dulu. Sebab, usaha peternakan itu bisa dibantu oleh anggota keluarganya.

"Kami baru mau belajar beternak, Alhamdulillah baru dapat ilmunya hari ini langsung dari yang sudah berpengalaman dan berhasil. Tentunya senang dapat bantuan dari KTU untuk memulai usaha baru beternak bebek," kata Monri dilansir Goriaucom, Sabtu (27/6). ***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait