Peringkat I di Sumatera dan Lima Nasional

Triwulan I 2020, Nilai Investasi Riau Capai 32,43 Persen

Ilustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Meski wilayah provinsi riau masih dilanda pandemi covid-19 selama beberapa bulan terakhir ini, namun realisasi nilai investasi triwulan I tahun 2020 di Riau berada diperingkat satu di Sumatera, dan Peringkat Lima ditingkat Nasional.

Hal tersebut diketahui setelah data nilai investasi yang masuk ke Provinsi Riau mencapai Rp12,7 triliun, atau mengalami peningkatan sekitar 32,43 persen dibanding pada periode sama tahun 2019 yang hanya Rp9,63 triliun.

"Nilai investasi yang masuk ke Riau triwulan I 2020, mengalami kenaikan dibanding triwulan I tahun 2019," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Riau, Helmi D kepada wartawan pada Jumat, 26 Juni 2020 di Kantor Gubernur Riau.

Atas capaian itu lanjut Helmi, untuk di wilayah Sumateta, realisasi investasi triwulan I 2020 provinsi Riau berada diperingkat satu dan secara nasional Riau berada diperingkat lima. Sedangkan peringkat satu berada di Jawa Timur dengan nilai investasi Rp31,3 triliun.

"Realisasi PMDN kita kalau di Sumatera urutan pertama, dan PMA urutan keempat. Tapi secara keseluruhan Riau masih peringkat satu di Sumatera," ungkap Helmi.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil itu, juga merinci kenaikan nilai investasi Rp12,75 triliun riau itu, terdiri Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,75 triliun dengan total 827 proyek. Kemudian Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp5 triliun dengan total 240 proyek.

"Sebelumnya untuk realisasi triwulan I tahun 2019 untuk PMDN hanya Rp8,22 triliun, dan PMA sebesar Rp1,41 triliun. Artinya ada peningkatan realisasi investasi sebesar 32,43 persen," ucap Helmi.

Ditanya soal realisasi investasi triwulan II tahun 2020 ini, mantan Kabid SMA Disdik Riau itu, menyatakan hasilnya akan diketahui pada pertengahan Juli mendatang. Namun pihaknya belum bisa memprediksi akan terjadi penurunan.

"Kemungkinan realisasi investasi triwulan II akan cenderung turun, sebab pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tapi angkanya kita belum bisa pastikan, nanti Juli baru bisa kita dilihat," katanya.***


Reporter   : Jhonari

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait