Home / Hukrim / Dalil Covid-19, Yasonna Usulkan Napi Koruptor Bebas

Dalil Covid-19, Yasonna Usulkan Napi Koruptor Bebas

Dalil Covid-19, Yasonna Usulkan Napi Koruptor Bebas
(Detik.com)
Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Jakarta, Oketimes.com - Dalil Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengusulkan, Narapidana Korupsi usia di atas 60 tahun dibebaskan di tengah wabag corona. Indonesia Corruption Watch, merespon mengeluarkan rilis nama-nama napi koruptor yang berusia di atas 60 tahun.

Melansir detik.com Jumat 3 April 2020, usulan tersebut disampaikan Yasonna dalam rapat bersama Komisi III melalui teleconference, pada Rabu, 1 April 2020 lalu.

Awalnya, Yasonna menjelaskan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), mengambil langkah pencegahan virus Corona di lapas yang overkapasitas.

Sebanyak 35 ribu narapidana yang akan dibebaskan berdasarkan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020. Napi yang bebas berdasarkan aturan itu, hanyalah napi pidana umum dan napi anak-anak.

Yasonna menilai ada beberapa jenis pidana yang tidak bisa dilepaskan, karena terganjal aturan dalam PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Dia menyebut dengan merevisi PP itu, ada sejumlah kriteria napi yang mungkin bisa dibebaskan.

Napi yang mungkin bisa dibebaskan dengan revisi PP itu, antara lain napi kasus Narkotika dengan masa Pidana 5-10 tahun dan telah menjalani dua pertiga masa pidananya.

Kemudian Napi Korupsi di usia 60 tahun ke atas yang telah menjalani dua pertiga masa pidana, napi Tipidsus dengan sakit kronis yang dinyatakan rumah sakit pemerintah yang telah menjalani dua pertiga masa pidana, dan napi asing.

Atas pernyataan Yasonna itu, ICW merilis setidaknya 22 napi korupsi yang berusia di atas 60 tahun. Dalam daftar nama napi versi ICW itu, ada nama-nama mantan Menteri Agama Suryadharma Ali hingga mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Lantas, bagaimana respons Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkum HAM terkait daftar nama napi koruptor berusia di atas 60 tahun versi ICW?

Ditjen Pas mengaku enggan berkomentar lebih lanjut mengenai daftar nama napi koruptor versi ICW itu. Ia mengaku kini tengah berfokus menjalankan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020. Dimana dalam aturan itu, belum mengatur soal pembebasan napi koruptor.

"Saat ini kami hanya melaksanakan Permen 10/2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana melalui asimilasi dan integrasi, dan di dalamnya tidak termasuk yang terkait PP Nomor 99/2012, termasuk korupsi," kata Kabag Humas Ditjes Pas Kemenkum HAM Rika Aprianti saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).***


Source    : Detik.com   / Editor  : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.