Home / Sosial / Duga Langgar Perda dan Hukum, Aktivitas Gelper Berbau Judi Tetap 'Langgeng' di Pekanbaru

Aparat Masih Tutup Mata

Duga Langgar Perda dan Hukum, Aktivitas Gelper Berbau Judi Tetap 'Langgeng' di Pekanbaru

Desakan Masyarakat Terus Mengalir

Duga Langgar Perda dan Hukum, Aktivitas Gelper Berbau Judi Tetap 'Langgeng' di Pekanbaru
Disediakan oketimes.com
Foto Inset : Aktivitas Gelper Berbau Judi di Kota Pekanbaru, Riau.

Pekanbaru, oketimes.com - Aktivitas Gelanggang Permainan Anak (Gelper) yang diduga kuat berbau judi di kota Pekanbaru, hingga kini masih terlihat 'subur dan aman' dari jangkauan Aparat Penegak Hukum (APH) di ibu kota Provinsi Riau.

Meski aktivitas tersebut banyak ditentang oleh elemen masyarakat, seperti dari kalangan mahasiswa, tokoh agama, pemuka adat, bahkan Pemerintah Kota dan Provinsi. Lantaran bertentangan dengan norma adat, budaya dan agama, bahkan melanggar hukum yang berlaku di Republik Indonesia ini, kegiatan tersebut seakan tak berarti bagi para pelaku atau pengelola usahanya itu untuk menghentikan aktivitasnya.

Sebagai bukti, dari hasil penelusuran oketimes.com pada Selasa 13 Agustus 2019 dini hari tadi hingga pukul 02.30 WIB. Terkonfirmasi, ada sekitar 7 (tujuh) aktivitas gelper yang diduga berbau judi 303 yang berada di seputaran Jalan Melati, Kulim, Riau dan Jalan Tuanku Tambusai/ Nangka Kota Pekanbaru, masih tetap buka melayani para pengunjungnya hingga dini hari.

Ketujuh Gelper yang diduga berbau judi dan mayoritas ditongkrongi orang dewasa itu, antara lain Gelper Doraemon Game samping C7 di Jalan Melati Kelurahan Padang Bulan, Gelper Naruto di Jalan Kulim, Pokemon di Jalan Riau samping Riau Foodcourd, Binggo Jalan Riau di Keluruhan Kampung Baru, dan Superstar Jalan Riau Kelurahan Padang Terubuk Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru.

Selanjutnya, kegiatan yang sama juga terdeteksi di Jalan Tuaku Tambusai/Nangka Komplek Central Niaga Nangka (CNN) terdapat Avengers Endgames eks Super Games di Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki dan Arena Game di Komplek Sentral Nangka Mas (SNM) Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi Pekanbaru.

Berdasarkan pantauan oketimes.com di tujuh titik lokasi gelper yang diduga berbau judi tersebut, para pengunjung yang hadir hingga dini hari itu, digandurungi oleh kaum Wanita dan Pria dewasa, bahkan hingga berusia senja diatas 50-60 tahun.

Sementara perizinan yang dikeluarkan Pemko Pekanbaru terhadap Gelper tersebut, merupakan izin gelper untuk Permainan Ketangkasan anak-anak atau video game dan jam operasional menyalahi ketentuan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru No. 3 tahun 2002 tentang Hiburan Umum.

Apalagi, jadwal operasional gelper yang ditentukan perda tersebut, Gelper termasuk kategori tempat video game, sehingga harus tutup pukul 17.00 WIB.

Jika melewati batas jam operasional, maka rawan melanggar Perda Nomor 5 tahun 2002 tentang Ketertiban Umum.

Modusnya, para pemain harus membeli koin dari nominal Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Dengan koin itu, para pengunjung sudah dapat bermain ria yang didampingi para juri yang disediakan dari pengelola gelper atau partisan.

Jika menang, para pemain dapat menukarkannya menjadi voucher, dan terakhirnya akan ditukarkan menjadi uang.

Tempat penukaran voucher menjadi uang sengaja diletakkan tak jauh dari gedung oleh pengelola.

Kalau untuk satu voucher berwarna biru bisa ditukar dengan Rp 50 ribu, sedangkan Voucher warna hijau dapat ditukarkan seharga Rp 100 ribu yang tak jauh beda dengan praktek perjudian Casino di Singapura.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pekanbaru, Muhammad Jamil pada oketimes.com saat disambangi di kantornya belum lama ini.

Memaparkan bahwa jumlah Gelper yang ada di kota Pekanbaru hingga kini, tercatat 58 gelper yang sudah mengantongi izin. Akan tetapi enam diantaranya saat ini sudah tidak beroperasi lagi.

Puluhan gelper yang dimaksud itu berada di sejumlah titik seperti di Jalan Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Arifin Achmad, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Imam Munandar, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Jendral Sudirman dan sejumlah lokasi lainnya.

Menurutnya, Izin gelper di Pekanbaru mulai diterbitkan oleh DPMPTSP Kota Pekanbaru sejak 10 Oktober 2012 hingga 6 September 2018 silam dan mayoritas jenis usaha gelper ini berupa arena permainan dan permainan anak-anak.

DPMPTSP Kota Pekanbaru mengaku siap untuk mengambil tindakan tegas kepada pengelola, jika terbukti menyalahi izin bahkan akan mengambil tindakan tegas berupa membekukan izin gelper tersebut.

Gelper yang menyalahi izin itu, terancam tidak akan dapat beroperasi lagi, jika ada laporan masyarakat bisa jadi awal penindakan terhadap pengelola gelper yang menyalahgunakan izin.

"Apalagi gelper tersebut, terindikasi ada praktek judi. Aktivitas itu jelas tidak sesuai izin yang diterbitkan. Kalau terbukti menyalahgunakan izin, ya kita akan cabut izinnya," tegas M Jamil saat itu.

Data yang dihimpun dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pekanbaru, ada 58 Gelper dan enam diantaranya sudah tutup, akan tetapi masih mengantongi izin.

Sebanyak 58 gelper tersebut, antara lain terdapat di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai/Nangka antara lain Planet Games, Arena Entertainment, Kid's Zone, Super Games, Games Industry dan City Game dan PT Era Baru Jaya alias Avengers Endgame di Jalan Tuanku Tambusai.

Kemudian di Jalan Jend Sudirman Ezone di Lantai 2 Kompleks Plaza Sukaramai, Games Center di Mall Pekanbaru, Fun Station di Lantai 2 dan 3 Mall Pekanbaru, Golden 9 Game, EMI di lantai 3 Mal Pekanbaru, Sitigen di Kompleks Ramayana Jenderal Sudirman, Blue Diamond Sudirman Ramayana Lestari Sentosa di Komplek Plaza Sukaramai.

Di Jalan Riau Blue Diamond I, City Game, 88 Plaza di Jalan Riau, Timezone di lantai III Mal Ciputra Seraya, Superstar Jalan Riau, Binggo, Pokemon, The Zone di Kompleks RBC Jalan Riau.

Fun Station di Jalan Ahmad Yani, Happy Game di PTC Pasar Kodim, Sitigen di Lantai 3 Pasar Bawah, PT Fajar Nuansa Utama di Plaza The Central Jalan Ahmad Yani.

Kemudian 88 Game di Jalan Sultan Syarif Qasim, 88 Zone di lantai 5 Kompleks Plaza Citra, Semua Bersaudara di Jalan Bambu Kuning, Fun City di Jalan HR Soebrantas MTC Panam.

EMI arena bermain keluarga di lantai 2 Mal SKA, E-Zone di Lantai 4 Plaza Senapelan dan E-Zone di Jalan Imam Munandar dan E-zone Jalan Kaharuddin Nasution, E-Zone di Jalan Delima.

89 Game Zone di Jalan Soebrantas, Amazon di lantai 2 Mal SKA, PB-Zone di Jalan Gatot Subroto, Fantasy Games di Jalan Soekarno-Hatta.

G3 Company di Jalan Satria, Doraemon Game di Jalan Melati, Fun House Boardgame Cafe and Resto di Jalan Arifin Ahmad. Dragon Star di Jalan Setia Budhi, Naruto Game di Jalan Kulim. PT Hawai Ritailindo di Jalan Hangtuah Ujung. Shinchan Game di Jalan M Yamin.

Didemo Masyarakat

Terciumnya indikasi praktek judi dalam gelper tersebut, ternyata membuat kalangan masyarakat kota Pekanbaru, kian geram. Sebagai bukti dalam dua bulan terakhir sudah ada tiga aksi dari kalangan Mahasiswa dan Organisasi masyarkat, untuk melakukan aksi pentupan gelper berbau judi tersebut.

Salah satunya, aksi massa demonstasi damai dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu (AMPB) Pekanbaru, di gerbang masuk markas Polda Riau, Selasa (9/7/2019) lalu. Mereka mendesak Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, untuk bertindak tegas terhadap praktek perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) yang tumbuh subur di Kota Pekanbaru dan beberapa kota lainnya di Bumi Lancang Kuning.

Kemudian aksi Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kolaborasi Bergerak (APM K-Liber) saat mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya, pada Kamis (18/7/2019) sore. Massa tersebut mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menindak perjudian Gelper dan menuntut Wali Kota untuk bertindak aktif menutup lokasi gelper di Pekanbaru.

Tak lama kemudian Massa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kolaborasi Bergerak (APM Kliber) juga mendatangi kantor Mapolda Riau Jalan Sudirman, Jumat (26/7/2019) sore.

Massa yang datang sembari membawa atribut aksi unjuk rasa berupa spanduk putih panjang dengan bertuliskan 'Mendesak Polda Riau Menindak Tegas Perjudian Berbentuk Gelper' terbentang saat mereka berunjuk rasa di kantor salah satu aparat penegak hukum tersebut.

Dalam orasinya, massa di bawah kendali Koordinator Lapangan oleh Neldi Sahputra, mengatakan beberapa point penting menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum di Riau.

Massa menuntut Polda Riau, agar turun ke lapangan untuk menindak seluruh usaha Gelper yang ada di Kota Pekanbaru dan menangkap pelaku yang juga pemilik usaha tempat tersebut.

Kendati sudah banyak desakan dari berbagai elemen masyarakat, untuk meminta Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Kota Pekanbaru, untuk menutup keberadaan gelper yang diduga berbau judi tersebut, hingga kini belum ada tindakan tegas dilakukan instansi terkait dalam hal penegakan hukum atas desakan tersebut.

Terkait hal itu, sebelumnya juga oketimes.com sudah berupaya meminta penjelasan atau konfirmasi terkait indikasi adanya praktek judi Gelper yang subur tersebut kepada Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK dan Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo dalam menanggapi tudingan tersebut.

Namun, upaya untuk mendapatkan jawaban dari kedua petinggi aparat penegak hukum itu, tak kunjung mendapat jawaban hingga kini.***


Assorted   : TEAM
Editor       : Ndanres Area

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.