Home / Nasional / Real Count KPU 30% : Jokowi-Amin 55,80 Persen Prabowo-Sandi 44,20 Persen

Real Count KPU 30% : Jokowi-Amin 55,80 Persen Prabowo-Sandi 44,20 Persen

Real Count KPU 30% : Jokowi-Amin 55,80 Persen Prabowo-Sandi 44,20 Persen
Ist
Paslon Capres Jokowi-Ma'aruf dan Prabowo-Sandi.

Jakarta, Oketimes.com - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 30 persen. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU' mencatat Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo-Sandiaga Uno.

Dilihat detikcom dari situs pemilu2019, kpu.go.id, Rabu (24/4/2019), pukul 18.52 WIB, data yang sudah masuk berasal dari 244.060 TPS (30,00676%). Diketahui total ada 813.350 TPS pada Pemilu 2019.

Berikut ini real count KPU berdasarkan data yang telah masuk: 01. Jokowi-Ma'ruf 25.596.111 suara (55,80%) dan 02. Prabowo-Sandiaga 20.272.726 suara (44,20%).

Di dalam situs itu, KPU menjelaskan bahwa data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1 sebagai hasil penghitungan suara di TPS.

Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dengan angka yang tercantum dalam salinan Formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

KPU juga menyatakan bahwa data yang ditampilkan bukan merupakan hasil final, karena hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan.

Oleh karena itu jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1 dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu (22/5). KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.***


Sumber  : dtc  / Editor : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.