Home / Peristiwa / Bupati Tidak Ada, Ampi Undur Gelar Aksi Demontrasi

Bupati Tidak Ada, Ampi Undur Gelar Aksi Demontrasi

Bupati Tidak Ada, Ampi Undur Gelar Aksi Demontrasi
Jhon D
Salah satu mahasiswa melakukan investigasi ke lapangan dan pada akhirnya info tidak adanya Bupati Rohil ketika AMPi Aksi itu benar pada pukul 18.30 Wib pada Rabu malam (9/1/2019).

Rokan Hilir, Oketimes.com - Aliansi Mahasiswa Peduli Rokan Hilir (AMPi) Batal atau Pending melakukan aksi "Reformasi Birokrasi" di Bagansiapiapi pada Kamis 10 Januari 2019. Persiapan yang sudah maksimal, baik perizinan dari Polres, Atribut Aksi, Perlengkapan Aksi dan Transportasi sudah dipersiapkan.

Namun sekira pukul 13.00 Wib, M Nur Latif selaku Koordinator Umum AMPi mendapat kabar bahwasannya Bupati H. Suyatno tidak di lokasi. Hal itu tidak langsung dipercaya oleh Latif, sehingga salah satu mahasiswa melakukan investigasi ke lapangan dan pada akhirnya info tidak adanya Bupati Rohil ketika AMPi Aksi itu benar pada pukul 18.30 Wib pada rabu malam (9/1/2019).

"Informasi tidak adanya bupati dibreafingkan bersama peserta aksi yang sudah kumpul di depan Hotel Mona Jl. Soebrantas - Panam," ujar Latif didampingi Heri Kurniawan kepada awak media ini Rabu malam.

Dikatakan Latif Breafing yang dipimpin Heri Kurni selaku Korlap dan Hamdani Selaku Jendlap meminta pandangan peserta aksi dan hasilnya

1. Aksi yang tidak disambut bupati selaku penentu dan pemutus kebijakan akan berujung sia-sia.

2. Siapapun yang menyambut peserta aksi selain Bupati tidak akan berani ambil keputusan tuntutan peserta aksi.

Maka dengan beberapa pertimbanga peserta Aksi Heri Kurnia Selaku Korlap mengambil Kebijakan untuk mempending aksi AMPi.

"Kita akan berupaya semaksimal mungkin terkait beasiswa ini, Pejabat Pemda hari ini sebagian besar orang tua kami, kita ingin menyelesaikan persoalan ini dengan mencari jalan solusi bukan saling menyalahkan," ungkap Latif.

Sejauh ini AMPi menuntut anggaran bantuan dana pendidikan sebesar 1.3 M untuk direalisasikan ke mahasiswa yang membutuhkan.

Tujuan dari aksi ini adalah untuk perbaikan sistem dan tata cara penerima beasiswa nanti nya agar tidak timbul kerugian baik dari pemerintah Kabupaten maupun mahasiswa yang berhak untuk menerima,

"Maka melalui keputusan bersama dengan rekan rekan mahasiswa keberangkatan malam ini kami pending dulu sambil selanjutnya kami rencana kan agar lebih maksimal tujuan dari aksi kami nantinya," pungkas Latif.***


Penulis   : Jhon D

Editror   : Cardoffa 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.