GALERI FOTO DPRD ROKAN HULU

DPRD Rohul Terima 4 Ranperda Dari Pemkab Rohul

Rohul
Ketua DPRD Rohul Saat Menerima Ranperda Dari Pemkab Rohul.
PASIR PENGARAIAN, (oketimes.com) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul, menerima sebanyak empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari Pemkab Rohul. Secara langsung ke Empat Ranperda yang di ajukan Bupati Rohul, H. Sukiman diterima oleh Zulkarnain, selaku ketua. Diantara Ranperda tersebut salah satunya adalah Ranperda tentang julukan Negeri Seribu Suluk, Senin (12/3) lalu.

Di Paripurna penyampaian empat Ranperda dipimpin Wakil Ketua DPRD Rohul, Zulkarnain didampingi Abdul Muas itu, hadir juga Wakil Ketua DPRD Rohul. Kemudian Ranperda itu diserahkan langsung oleh Bupati Rohul, Sukiman, yang dihadiri puluhan anggota DPRD Rohul, para kepala dinas, badan dan kantor yang ada di lingkungan Pemkab Rohul.

Bupati Sukiman dalam sambutannya menjelaskan bahwa, Ranperda tentang Negeri Seribu Suluk itu disampaikan sedikit berbeda dengan nama Ranperda yang telah ditetapkan dalam keputusan DPRD Rohul nomor: kpts. 12/dprd-rohul/2017 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah tahun 2018 yakni “Negeri Suluk Berpusakan Nan Hijau.

Alasan Pemkab Rohul mengubah nama Ranperda itu menjadi Rokan Hulu Negeri Seribu Suluk, kata Sukiman, karena menurut catatan sejarah keberadaan suluk di Rohul, dibuktikan dengan terkenalnya tokoh suluk Rohul, Syekh Abdul Wahab Rokan se Asia Tenggara.

Menurutnya, Syeh Ismail Al-Kholidi Naqsabandi dan Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi di Sumatera, dengan rumah suluk/munosah dan murid-muridnya masih ada sampai sekarang. “Suluk juga merupakan julukan khas yang telah mengakar dan merupakan jati diri daerah Rohul sejak dulu. Dimana seribu suluk merupakan gambaran masyarakat yang agamis di Rohul”, sebut Bupati Sukiman.

Untuk sasaran dari pada penyusunan rancangan peraturan daerah Kabupaten Rohul tersebut, yakni tentang Negeri Seribu Suluk yang menjadi dasar bagi kebijakan Pemkab Rohul, dalam upaya mempertahankan nilai kearifan dan budaya lokal yang telah hidup dan dipergunakan oleh masyarakat selama ini.

Hal inilah yang menjadi inti muatan dari rancangan peraturan daerah yang sudah dipastikan akan mengatur sejumlah substansi yang akan membuka peluang agar tetap terjaganya nilai-nilai kearifan lokal, tradisi, budaya yang menjadi kekhususan masyarakat melayu yang religius khususnya di Rohul.

Tak hanya itu saja, adapun maksud atau penetapan penetapan perda tersebut, menurut Sukiman, untuk memberikan slogan, julukan khas Kabupaten Rohul, yang berdasarkan pada sejarah, pengamalan nilai-nilai yang kuat dengan melaksanakan suatu tradisi keagamaan secara turun temurun yang disebut dengan suluk.

Melestarikan sejarah, tradisi agama Islam yang telah berlangsung secara turun temurun dan disandingkan dengan nilai-nilai adat melayu yang kental dan terbuka serta menerima berbagai keragaman dan perbedaan dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang agamis, yang senantiasa berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kemudian membentuk sikap dan prilaku seseorang atau masyarakat untuk senantiasa memakmurkan masjid, membentuk sikap dan prilaku seseorang atau masyarakat agar senantiasa mengoptimalkan waktu khususnya antara salat magrib dan salat isya untuk membaca dan mempelajari Alquran,” terang Sukiman. (bar)

Rohul
Bupati Rokan Hulu, H Sukiman Saat Memberikan Kata Sambutannya.
Rohul
Anggota DPRD Rohul Dari Praksi Golkar, Zulkarnain, Sariantoni, SH.
Rohul
Anggota DPRD Rohul, Harisman Bersalaman Dengan Bupati Sukiman.
Rohul
Bupati Sukiman Bersama Ketua DPRD Rohul Pada Paripurna Penyerahan Empat Ranperda.
Rohul
H Amron Rosadi Bersalaman Dengan Bupati Rohul, H Sukiman.
Rohul
Ketua DPRD Rohul Berbincang-bincang Dengan Bupati Sukiman.
Rohul
Suasana Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda Disekretariat DPRD Rohul.