Home / Hukrim / Curi Hape Karyawati Apotik di Rumbai, Pemuda Tampan Masuk Sel

Curi Hape Karyawati Apotik di Rumbai, Pemuda Tampan Masuk Sel

Curi Hape Karyawati Apotik di Rumbai, Pemuda Tampan Masuk Sel
Humas Polresta Pekanbaru For Oketimes.com
Tersangka CS alias Chandra dan barang bukti hape curian saat diamankan di Mapolsek Rumbai Resta Pekanbaru,Kamis 06 Desember 2018.

Pekanbaru, Oketimes.com - Aksi pencurian disertai kekerasan (curas) di kota Pekanbaru, tampaknya kian 'merajalela' dalam beberapa bulan terakhir ini. Sebagai bukti, dalam dua bulan terakhir ini cukup banyak masyarakat kota Pekanbaru yang menjadi korbannya. Mulai dari kasus curas seorang karyawati yang menyebabkan korban tak sadarkan diri, hingga kasus curas sepasang remaja yang mencuri sepeda motor milik teman sendiri.

Tak pelak, kejadian yang sama juga terjadi menimpa ER (18) tahun, seorang Karyawati Apotik yang tinggal di Jalan Tengku Kasim Perkasa II Kelurahan Rumbai Bukit kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru pada Minggu 22 November 2018, sekira pukul 10.45 WIB lalu.

Korban yang saat itu tengah berada di rumahnya, didatangi pelaku curas berinisial CS alias Chandra yang masuk kedalam rumah serta mengambil 1 buah unit handphone merk Vivo Y 83 warna merah.

Saat korban ER mendengar suara orang masuk ke dalam rumah, korban beranjak dari tempat tidur dan berdiri di depan pintu. Ternyata pelaku tengah mengarahkan benda tajam kepada korban sambil mengatakan kepada korban "diam kau" bernada mengancam.

Korban Er pun merasa terancam dan sempat berteriak maling. Pelaku pun pergi kearah dapur rumah korban. Tanpa disadari diawaktu bersamaan, tiba-tiba handphone korban malah berbunyi, lalu korban kembali lagi ke kamar korban.

Meski korban sudah meneriaki ada maling, pelaku bukannya malah pergi dan malah kembali merampas handphone milik korban secara tarik menarik dengan korban, sehingga korban terjatuh dan telungkup ke lantai. Saat korban telungkup pelaku langsung memukul punggung bagian sebelah kiri dan bagian tengah sebanyak 2 kali dengan benda tajam.

Usai menguasai barang berharga milik korban yakni 1 unit handphone merk Vivo Y 83 warna merah, pelaku langsung kabur dari rumah korban. Sementara korban berusaha mengejar pelaku dan berteriak maling, akan tetapi pelaku malah melempar sebuah helm miliknya kearah korban.

Tak mau tinggal diam, korban tetap mengejar pelaku hingga ke persimpangan jalan rumahnya sambil berteriak maling, namun tidak ada yang membantu dan pelaku kian 'mulus' melarikan diri sambil membawa handphone curian milik korban.

Merasa jadi korban pencurian disertai kekerasan, korban melaporkan pun perisrtiwa tersebut ke Mapolsek Rumbai Resta Pekanbaru, guna mengusutan lebih lanjut atas perbuatan tersebut ke petugas.

Selang beberapa hari, pucuk diraih wulan pun tiba. Tepat pada Kamis 06 Desember 2018, Tim Unit Opsnal  Reskrim Polsek Rumbai mendapat informasi keberadaan pelaku. Dimana petugas mencurigai handphone yang dimiliki saksi Ardi yang serupa dengan milik korban. Kepada petugas Ardi mengatakan bahwa handphone tersebut dia dapati dari pelaku CS alias Chandra yang dibeli oleh ibunya dari CS alias Chandra.

Mendapat informasi tersebut, Tim Unit Opsnal Polsek Rumbai langsung melakukan pengejaran ke rumah pelaku CS alias Chandra yang berada di Jalan Rajawali Sakti Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru, dan berhasil mengamankan pelaku CS untuk digelandang ke Mapolsek Rumbai, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK, lewat Paur Humas Ipda Budhia Dianda membenarkan adanya penangkapan pelaku curas yang dilakukan Tim Opsnal Polsek Rumbai pada Kamis 06 Desember 2018.

"Benar pelaku dan barang buktinya sudah diamankan di Mapolsek Rumbai saat ini, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," singkat Budhia Dianda.***


Penulis    : Restarea

Editor     : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.