Home / Hukrim / Om Ini Ajak Gituan Lewat SMS, Ketahuan Mama Dilapor ke Polisi

Om Ini Ajak Gituan Lewat SMS, Ketahuan Mama Dilapor ke Polisi

Om Ini Ajak Gituan Lewat SMS, Ketahuan Mama Dilapor ke Polisi
Humas Polres Pelalawan for oketimes.com
Pelaku AR alias Katin (47) tahun dan orang tua korban saat melaporkan pencabulan terhadap anak dibawah umur ke Mapolres Pelalawan, Riau, Selasa 4 November 2018, sekira pukul 11.50 WIB.

Pelalawan, Oketimes.com - Setubuhi anak dibawah umur, seorang karyawan PT IIS terpaksa harus berurusan dengan aparat Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan, Riau, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum, Selasa 4 November 2018, sekira pukul 11.50 Wib.

Pelaku diketahui berinisial AR alias Katin (47) tahun, warga Jalan Eko I Desa Delik RT 002 RW 002 Kelurahan Delik Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Ia dilaporkan oleh orang tua korban ke Polisi, setelah perbuatan pelaku terbongkar dari hasil pesan pendek yang diterima putri korban lewat ponselnya yang didapati orang tua korban.

Kepada petugas, orang tua korban berinisial Sur (49) tahun, membeberkan bahwa Bunga (nama samaran umur 17 tahun) jadi korban persetubuhan yang dilakukan pelaku sejak kurun waktu bulan Oktober hingga November 2018 lalu kepada putrinya di sebelah Kantor Kebun PT. IIS Eko 1 Desa Delik Kel. Delik Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, Riau.

Usai mendapat laporan tersebut, petugas pun bergerak cepat dan mengamankan pelaku tanpa peralwanan saat berada di rumahnya. Dari pengakuan korban dan pelaku kepada petugas mengakui perbuatan tersebut, sehingga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbutannya.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, SIK melalui Paur Humas Iptu Maraden Sijabat, membenarkan adanya penangkapan pelaku pencabulan anak dibawah umutr atas laporan orang tua korban pada Selasa 4 November 2018 siang sekira pukul 11.50 Wib. "Ya benar, pelaku saat ini sudah kita amankan di Mapolres Pelalawan, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," pungkas M Sijabat.

Terkait hal tersebut lanjut Iptu M Sijabat, pelaku terancam dikenakan Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.***


Penulis    : Restarea  

Editor     : Richarde 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.