Home / Hukrim / Polisi Identifikasi Tiga dari 9 Mayat Diduga TKI Ilegal Tenggelam di Perairan Selat Malaka

Polisi Identifikasi Tiga dari 9 Mayat Diduga TKI Ilegal Tenggelam di Perairan Selat Malaka

Polisi Identifikasi Tiga dari 9 Mayat Diduga TKI Ilegal Tenggelam di Perairan Selat Malaka
Humas Polda Riau for oketimes.com
Pasca penemuan mayat mengapung diduga korban kapal Speed Boat Mini kayu jenis Pancung yang mengangkut kurang lebih 19 penumpang TKI ilegal dan tenggelam di perairan antara Selat Malaka dan Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis provinsi Riau, Pada 22 November 2018 lalu, Kepolisian Daerah Polda Riau mencatat 9 korban yang sudah dievakuasi hingga Senin (3/12/2018).

Pekanbaru, Oketimes.com - Pasca penemuan mayat mengapung diduga korban kapal Speed Boat mini kayu jenis Pancung yang mengangkut kurang lebih 19 penumpang TKI ilegal dan tenggelam di perairan antara Selat Malaka dan Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis provinsi Riau, pada 22 November 2018 lalu, Kepolisian Daerah Polda Riau mencatat 9 korban yang sudah dievakuasi hingga Senin (3/12/2018).

Dari sembilan mayat yang sudah dievakuasi, tiga diantaranya sudah teridentifikasi oleh Kepolisian yakni bernama Ujang Chaniago laki-laki (48) tahun, Mimi Dewi (32) keduanya warga Lubuk Nyiur Koto Mudiek Kecamtan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan provinsi Sumatera Barat dan Mariah Suhadi (24) tahun asal Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Sedangkan bernama Maya Karina (37) tahun yang diduga warga Mentikan RT 02 RW 02 Desa Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur belum bisa diidentifikasi, lantaran saat dikonfirmasikan dengan nama dan alamat tersebut belum terkonfirmasi dengan jelas oleh petugas, sehingga belum bisa dikatakan teridentuifikasi. Sementara keenam mayat lagi yang saat ini belum teridentifikasi masih berada di RSUD Bengkalis dan RS Bhayangkari Polda Riau di Jalan Kartini Pekanbaru.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombe Pol Sunarto, SIK membenarkan adanya penemuan 9 mayat yang ditemukan oleh personil Kepolisian Resor Bengkalis, Riau, di Perairan Selat Malaka sejak pada 24 Desember 2018 lalu yang diawali dengan penemuan sesosok mayat Mr X pada Sabtu 24 November 2018 sekira pukul 13.00 WIB di Perairan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, Riau.

Selanjutnya pada hari Kamis 29 November 2018 sekira pukul 15.00 WIB, kembali ditemukan dua mayat berjenis kelamin laki laki dan seorang perempuan yang sudah teridentifikasi atas nama Mimi Dewi dan Ujang Chaniago. Kemudian, keesokan harinya yakni pada Jumat 30 November 2018 pukul 14.00 WIB ditemukan petugas menemukan 1 mayat Mrs X berjenis kelamin perempuan di perairan Bantan Bengkalis.

"Sedangkan penemuan mayat pada Sabtu 1 Desember 2018 sekiranya pukul 11.00 WIB, ditemukan 3 mayat Mrs X berjenis kelamin perempuan dan 2 jenis kelamin laki-laki di TKP Perairan Bantan dan Bengkalis. Satu dari tiga penemuan mayat itu, ditemukan identitas berupa KTP dan Pasport Indonesia serta Pasport Malaysia bernama Maya Karina yang melekat disalah satu mayat," papar Sunarto.

Dihari yang sama lanjut Sunarto, petugas juga menemukan mayat Mr X berjenis kelamin laki-laki di perairan Perapat Tunggal Kec. Bengkalis, Riau pada Sabtu 1 Desember 2018 sekira pukul 11.30 WIB.

Sunarto juga menyebutkan dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan Polres Bengkalis dengan back-up Polda Riau, disimpulkan bahwa terjadianya penemuan mayat tersebut diduga korban kapal speed boat mini yang mengangkut kurang lebih 19 TKI ilegal dan tenggelam saat masuk lewat jalur gelap melalui perairan Selat Malaka menuju Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis provinsi Riau pada (22/11/18) lalu.

Hal tersebut terkonfirmasi dengan adanya penemuan dua orang awak kapal bernama Jamal dan Amid alias Boboi yang mengaku sebagai nelayan, ditemukan awak kapal lainnya jenis speed boat berpenumpang Indomal 5 saat melintas di perairan Malaka menuju Dumai pada Kamis 22 November 2018 pukul 12.14 WIB dan membawa kedua awak kapal tersebut menuju Dumai.

Untuk memastikan informasi tersebut, Kamis 29 November 2018, polisi melakukan pengecekan ke kantor Indomal dan dilakukan pemeriksaan terhadap Nakhoda kapal Indomal 5 bernama Yenaldi.

Kepada petugas Nahkhoda tersebut membenarkan adanya menemukan 2 orang yang dalam keadaan hanyut di perairan Malaka pada Kamis 22 November 2018 siang serta kedua orang itu mengaku bernama Jamal dan Boboi sebagai nelayan yang kapalnya karam lantaran terkena gelombang kemudian tenggelam yang kemudian dibawa ke Dumai apalagi saat itu kapal tersebut bertujuan ke Dumai.

Tak sampai disitu, petugas juga menanyai Nahkoda Indomal 2 bernama Sudirman dan menerangkan bahwa dirinya tengah mengangkut dua orang tersebut pada Sabtu 24 November 2018 dari Malaka tujuan Dumai dan telah sampai di Dumai serta dikuatkan dengan manifest penumpang kapal.

Guna memastikan kedua awak kapal tersebut lanjut Sunarto, personil Polsek Rupat Utara Polres Bengkalis mendatangi rumah Jamal untuk mencari keberadaan Jamal pada Minggu 25 November 2018 dan petugas saat itu bertemu dengan abang kandungnya bernama Ali. Kepada petugas Ali menerangkan bahwa Jamal tidak berada di rumah dan berangkat ke Malaysia.

"Kepada petugas bahwa abangnya tersebut menyampaikan adiknya sudah hilang putus komunikasi dengan adiknya dan tidak mengetahui dimana keberadaan Jamal hingga kini," terang Narto.

Sebagai tindak lanjut sambung Sunarto, kini personil tengah melakukan identifikasi terhadap mayat yang telah ditemukan dan dilakukan outopsi di RS Bhayangkara Pekanbaru, yakni bernama Ujang Chaniago laki-laki (48) tahun, Mimi Dewi (32) keduanya warga Lubuk Nyiur Koto Mudiek Kec. Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat dan Mariah Suhadi (24) tahun asal Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Menurut Sunarto, ketiga mayat tersebut diidentifikasi sesuai dengan keterangan dari keluarga korban yang telah terkonfirmasi siapa saja penumpang kapal serta siapa yang membawa kapal yang tenggelam pada saat itu.

Adapun tugas yang dilakukan personil Polres Bengkalis dengan diback-up Polda Riau, saat pihaknya tetap melakukan lidik terhadap dua orang bernama Jamal dan Boboi apakah mereka ada kaitannya dengan penemuan mayat tersebut. Kemudian, mendirikan posko pengaduan masyarakat di RSUD Bengkalis dan rumah sakit Bhayangkara Pekanbaru dan melakukan koordinasi dengan Police Marine Malaysia terkait peristiwa tersebut.

Sebagai data perkembangan lebih lanjut, berikut data mayat yang sudah dievakuasi dan teridentifikasi oleh jajaran Polda Riau, pasca penemuan mayat mengapung yang diduga korban kapal speed boat mini kayu jenis Pancung yang mengangkut kurang lebih 19 penumpang TKI ilegal dan tenggelam di perairan antara Selat Malaka dan Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis provinsi Riau, pada 22 November 2018 lalu, hingga kini Kepolisian Daerah Polda Riau mencatat 9 korban yang sudah dievakuasi hingga Senin (3/12/2018).

1. Mayat 1 Mr. X

Identifikasi
- Laki-laki
- Tkp penemuan perairan depan Boya cacak ds. Makeruh selat morong kec. Rupat Utara - selat Malaka.
  Kordinat : 02'09'33.4"N-101'48'42.2"E
- ditemukan hari Sabtu tanggal 24-11-2018

2. Mayat 2 Mrs. X
Identifikasi
- Perempuan
- Baju kemeja motif garis2 warna putih biru
- celana jeans warna biru corak manik2 merk RN (Rebel Nation)
- bra warna hitam
- celana dalam / korset warna merah
- pakaian dalam ( miniset) warna putih
- jilbab / anak jilbab warna hitam
- tinggi badan +- 166 cm

Barang-barang
- jam tangan warna silver merk Casio
- cincin emas
- gelang emas
- uang tunai Rp 5.000.000,-
Tkp penemuan : hari Kamis 29 November 2018 jam 11.00 wib, perairan Pambang pesisir depan parit 2 kec. Bantan.
Kordinat : 39'05.1"N.101'31'41'.8.E

3. Mayat 3 Mr. X
Identifikasi
- laki-laki
- celana pendek motif army merk H&M
- celana dalam warna hitam merk Hugo Sport
- tinggi badan +- 171 cm

Barang-barang
- jam tangan warna hitam-silver merk Orient
- gelang tangan warna silver
- Tkp penemuan : Kamis 29 November 2018, perairan Pambang pesisir kec. Bantan

4. Mayat 4
Identifikasi
- nama : Ujang Chaniago
- TTL : Padang / 05-08-1970
- agama : Islam
- alamat : Lubuk Nyiur Koto Mudiek Kec. Batang Kapas kab. Pesisir Selatan Sumbar.
- baju kemeja lengan panjang motif garis2 warna coklat, maron dan cream.

- celana bahan warna hitam
- jaket warna coklat
- ikat pinggang merk KLWS ( kale wan Shan)
- tinggi badan +-174 cm
Barang-barang
- uang Ringgit 317 RM
Tkp penemuan : Kamis 29 November 2018  perairan Pambang pesisir kec. Bantan

5. Mayat 5 Mrs. X
Identifikasi
- baju blus warna coklat muda corak hitam
- pakaian dalam/tengtop warna merah
- celana jeans panjang merk Prada
- celana dalam warna merah-abu2 motif garis2
- bra warna merah
- jilbab warna coklat muda
- tinggi badan 150 cm.
- Tkp penemuan : hari Jumat tanggal 30 November 2018 jam 11.00 wib di perairan desa Pambang pesisir- Muntai kec. Bantan.

6. Mayat 6
Identifikasi
- nama Maya Karina
- TTL Mojokerto / 29-09-1981
- Islam
- wiraswasta
- alamat mentikan RT.020 RW.02 desa/Kel mentikan kec. Prajurit kulon kab. Mojokerto.
- jaket sweater warna merah
- baju kaos oblong warna hitam-abu2 bertuliskan DCSHOESIUSA
- celana jeans panjang warna biru Dongker bertuliskan MISUNY TROPHIS
- bra warna merah muda corak putih
- celana dalam sot warna hitam
- celana dalam warna hitam-biru
- tinggi badan 150 cm.

Barang-barang
- dompet bahan kain warna krem
- KTP asli an. Maya Karina
- FC KTP an. Maya Karina
- kartu IC an. Maya Karina
- uang Ringgit 893 RM dgn rincian 2 lembar 100RM, 13 lembar 50RM, 3 lembar 10RM, 2 lembar 5RM dan 3 lembar 1RM.
Tkp penemuan : perairan desa teluk Pambang +- 2mil dari pantai kec. Bantan
Catatan : mayat diantar nelayan ke pos Polair Bantan.

7. Mayat 7 Mr. X
Identifikasi
- baju kaos berkerah warna merah maron pada dada baju sebelah kiri terdapat lambang dan tulisan maskapai penerbangan  Airasia.
- celana pendek (boxer) warna ungu.
- tinggi badan 168 cm
- Tkp penemuan : hari Sabtu tanggal 01 Desember 2018, pantai desa teluk papal kec. Bantan
- kordinat : 01'33'05.7"N.102'17'21.7"E

8. Mayat 8 Mr. X
Identifikasi
- kaos oblong warna abu-abu yg bertuliskan THERE IS NOT pada lengan sebelah kiri.
- celana jeans warna biru Dongker.
- celana dalam warna abu-abu bertuliskan EUGUILGAI
- tinggi badan 160 cm.
- Tkp penemuan : hari Sabtu tanggal 01 Desember 2018, pantai desa perapat tunggal Kec. Bengkalis.

9. Mayat 9 Mr. X
Identifikasi
- baju kaos berkerah warna biru Dongker bertuliskan "GN" dibagian dada sebelah kiri.
- celana jeans panjang warna krem.
- celana pendek boxer warna hitam.

- celana dalam warna abu-abu.
- ikat pinggang kain warna coklat berkepala besi dengan merk OAKLEY.
- tinggi badan 170 cm.
- Tkp penemuan : hari Sabtu tanggal 01 Desember 2018, perairan desa perapat tunggal Kec. Bengkalis.

Adapun data mayat di Wilkum Polres Bengkalis berdasarkan hasil identifikasi Ante Mortem serta Post Mortem RS. Bhayangkara Polda Riau yang telah diserahkan dan diterima keluarga mayat antara lain : Ujang Chaniago laki-laki (48) tahun, Mimi Dewi (32) perempauan, warga Lubuk Nyiur Koto Mudiek Kec. Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat dan Mariah Suhadi (24) tahun asal Kabupaten Langkat Sumatera Utara.***

 

Penulis      : Restarea

Editor       : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.