Home / Politik / Dua Bulan Masa Kampanye, Bawaslu Riau Tertibkan 563 APK Bermasalah

Dua Bulan Masa Kampanye, Bawaslu Riau Tertibkan 563 APK Bermasalah

Dua Bulan Masa Kampanye, Bawaslu Riau Tertibkan 563 APK Bermasalah
Disediakan oketimes.com
Bawaslu Riau saat menggelar sosialisasi pengawasan pemilu tahun 2019 bersama awak media dan masyarakat di Hotel Grand Suka Pekanbaru, belum lama ini.

Pekanbaru, Oketimes.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, menyebutkan telah melakukan penertiban 563 Alat Peraga Kampanye (APK) milik peserta Pemilu selama 2 (dua) bulan terakhir ini.

Data itu, terungkap saat acara Fasilitasi dan Kordinasi yang dilaksanakan oleh Bawaslu Riau bersama peserta Partai Politik Peserta Pemilu, Calon Anggota DPD Dapil Riau dan Tim Kampanye Daerah Capres-cawapres yang dibuka oleh H. Amiruddin Sijaya selaku Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Provinsi Riau bertempat di Hotel Mutiara Merdeka Jalan HOS Cokroaminoto Pekanbaru, Jumat (23/11/18) sore sekira pukul 15.30 WIB.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan menerangkan bahwa genap 2 bulan masa tahapan kampanye, Bawaslu Provinsi Riau beserta Bawaslu Kabupaten dan Kota mencatat ada 4 pelanggaran non-APK oleh partai politik peserta pemilu di Provinsi Riau.

Sedangkan 15 pelanggaran dilakukan APK Calon DPD, pelanggaran Akumulasi per Parpol se-Riau sebanyak 553 pelanggaran se-Riau.

"Banyak APK yang dipasang yang tidak sesuai dengan tempat yang dibolehkan, ukuran APK yang tidak sesuai, terlebih jumlah APK yang terpasang tidak terkendali. Padahal setiap parpol memiliki jatah 10 buah spanduk per kelurahan atau desa," pungkas Rusidi.

Dia berharap, agar dalam rapat koordinasi ini menghasilkan pepahaman tentang peraturan kampanye, dan ketaatan peserta pemilu dalam mensukseskan pemilu Tahun 2019.***

Sumber    : Mcr

Editor       : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.