Home / Pendidikan / Pagar Tembok SDN 141 Ambruk, 2 Pelajar Tewas, Lima Luka-luka

Pagar Tembok SDN 141 Ambruk, 2 Pelajar Tewas, Lima Luka-luka

Pagar Tembok SDN 141 Ambruk, 2 Pelajar Tewas, Lima Luka-luka
Ist
Petugas Damkar dan pihak Kepolisian Bukit Raya dan Warga melakukan evakuasi korban pelajar yang tertimpa reruntuhan tembok pagar yang runtuh di SDN 141 Jalan Teuku Bey Kel. Air Dingin Kec. Bukit Raya Pekanbaru, Rabu 14 November 2018 pagi, sekira pukul 06.45 WIB.

Pekanbaru, Oketimes.com - Baru dua tahun dibangun, sebuah bangunan tembok pagar pembatas komplek sekolah dengan badan jalan sepanjang kurang lebih 60 meter dengan tinggi 1,5 meter ambruk dan menimpa 7 orang sekaligus seketika, Rabu 14 November 2018 pagi, sekira pukul 06.45 WIB.

Akibat kejadian tersebut, dua orang siswa dikabarkan meninggal dunia, akibat tertimpa pagar tembok pembatas antara komplek sekolah dengan badan jalan tepat disamping SDN 141 Jalan Teuku Bey Kel. Air Dingin Kec. Bukit Raya Pekanbaru. Sementara 4 orang siswa dan seorang wali murid mengalami luka berat dan ringan pasca robohnya bangunan pagar tersebut.

Dua orang korban siswa yang meninggal dunia itu, bernama Yanita Octavizoly (17) tahun, siswi Kelas 12 SMU Negeri 14 Pekanbaru, warga Jalan Abidin Keluarahan Air Dingin Kec. Bukit Raya Pekanbaru dan William Maleakhi berumur 6 tahun Kelas IB siswa SDN 141 Pekanbaru, warga Jalan Pinang Perumahan Griya Tika Pasir Putih Blok U Kec. Siak Hulu Kab Kampar Riau.

Sedangkan korban luka berat dan ringan antara lain, Linda Ayu Ramadani umur 7 tahun, siswa kelas 1 SDN 170 Pekanbaru, warga Jalan Jalan Rantau 8 F 17 Kel.Simpang Tiga Kec. Bukit Raya Pekanbaru. Kondisinya saat itu mengalami bengkak dibagian kepala dan pipi kanannya.

Selanjutnya, korban Diva Anggraini 13 tahun, siswi kelas 5 SDN 130 Pekanbaru, warga Jalan Rantau Perum Restu Delima Blok F Kelurahan  Simpang Tiga Kec. Bukit Raya Pekanbaru. Kondisi korban, mengalami bengkak dibagian paha kaki kanan.

Kemudian Rasyad Agus Triono umur (11) tahun, siswa kelas 5 SDN 048 Pekanbaru, warga Jalan Abidin Kel. Air Dingin Kec. Bukit Raya Pekanbaru dan seorang wali siswa Minarti (41) tahun, warga Jalan Rantau 8 F 17 Kel. Simpang Tiga Kec. Bukit Raya Pekanbaru yang kini kondisinya kaki kanan mengalami bengkak akibat tertimpa bangunan pagar.

Tak sampai disitu, selain menelan tujuh orang siswa dan wali murid tersebut, lima sepeda motor yang parkir didekat pagar tersebut, ikut tertimpa bangunan pagar yang runtuh.

Kelima sepeda motor yang tertimpa tersebut antara lain 1 unit sepeda motor Honda Beat Merah BM 2810 NB, Honda Vario BM 4139 AU, Honda Vario BM 2791 AX, 1 unit Suprafit BK 3611 TAL dan Yamaha Xeon BM 2012 MJ.

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian, peristiwa robohnya pagar pembatas sekolah yang menimpa 5 lima siswa-siswi dan seorang wali murid tersebut pertama kali diketahui oleh Erlin Sihite (35) tahun, seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Jalan Pinang Perumahan Griya Tika Pasir Putih Blok U Kecamatan Siak Hulu Kab Kampar Riau. Perumahan GTU Blok No.12 Pekanbaru.

Menurut Erlin, saat ia mengantarkan anaknya yang ikut menjadi korban ke sekolah dengan menggunakan Sepeda motor hendak memarkirkan kendaraan. Namun selang beberapa saat itu, pagar samping di lokasi, tiba-tiba rubuh dan menimpa serta menghimpit anak korban baru yang baru turun dari kendaraan dan beserta orang lainnya yang berada di pinggiran pagar.

Atas kejadian itu, saksi Erlin berteriak dan meminta pertolongan warga sekitar, kemudian warga bersama-sama ikut mengevakuasi korban.

Tak lama kemudian, sekira pukul. 07.00 WIB, Petugas Polsek Bukit Raya dan Unit Damkar Kec. Bukit Raya tiba di TKP untuk ikut bersama- sama mengewakuasi korban dari reruntuhan tembok pagar yang rubuh.

Untuk korban Yanita Octavizoly (17) tahun, siswi Kelas 12 SMU Negeri 14 Pekanbaru, warga Jalan Abidin Keluarahan Air Dingin Kec. Bukit Raya Pekanbaru dikabarkan tewas seketika di lokasi.

Sementara korban William Maleakhi bocah berumur 6 tahun Kelas IB siswa SDN 141 Pekanbaru, sempat dibawa oleh Petugas Polsek Bukit Raya ke RS Syafira Jalan Sudirman Pekanbaru. Namun tak lama kemudian bocah kelas 1 SDN 141 Pekanbaru tersebut dikabarkan meninggal dunia.

Terkait peristiwa tersebut, Kepala Sekolah SDN 141 Endang Qilatsih, M.Pd (48) tahun, menyebutkan bahwa konisi pagar tersebut sudah mengalami kemiringan sebelum ambruk. Dimana pagar tersebut baru 2 tahun dibangun yakni pada tahun 2016 lalu dengan menggunakan Anggara Komite dan bantuan dari Wali Murid. (restarea)

 

Editor        : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.