Home / Hukrim / Polisi Tahan Terduga Pemeras Pengrajin Galangan Kapal Bagansiapiapi

Polisi Tahan Terduga Pemeras Pengrajin Galangan Kapal Bagansiapiapi

Polisi Tahan Terduga Pemeras Pengrajin Galangan Kapal Bagansiapiapi
Humas Polres Rokan Hilir For Oketimes.com
Tersangka Gustalim alias Akiong saat menjalani proses penyelidikan di Mapolres Rokan Hilir, Riau, Selasa (13/11/18).

Ujungtanjung, Oketimes.com - Setelah proses penyelidikan dilakukan selama beberapa pekan terakhir ini, akhirnya terduga pemeras pengrajin kapal galangan di Bagansiapiapi, resmi ditetapkan tersangka dan ditahan tim penyidik Satreskrim Polres Rokan Hilir, Riau, Rabu (14/11/18).

Penahanan dilakukan setelah adanya laporan Andi CS ke Mapolres Rohil, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/202/X/Riau/Res Rohil, tanggal 19 Oktober 2018. Kemudian tim Sat Reskrim Polres Rohil melakukan pemeriksaan dan gelar perkara untuk menetapkan Gustalim alias Akiong (50) warga Jalan Rokan, No.22 B, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, sebagai tersangka.

"Iya betul, sudah diamankan dan hari ini diperiksa sebagai tersangka," kata Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP Faizal Ramzani SH SIK Rabu siang.

Faizal Ramzani menyebutkan awalnya dugaan pemerasan tersebut terjadi, saat tersangka Akiong pada Kamis (6/11/2018) sekira pukul 13.00 WIB lalu, saksi Johan Al Ridwan alias Awan mendapat telepon dari A Cin.

Dalam percakapan tersebut, mereka diperintahkan oleh Gustalim alias Akiong, supaya para pemilik Dok kapal yang ada di Bagansiapiapi dikumpulkan dan menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta per orang untuk orang Polda dan berkumpul di kedai Kopi AAN di Jalan Bintang, Bagansiapiapi.

Kemudian saksi menelepon Kaeng, Andi alias A Kang, Ti Ti alias Abeng dan Aslim alias Asiang. Setelah berkumpul, kemudian Andi alias A Kang, Septiman alias Ayong, Bon Siong, Joni alias A Yang, Ka Eng, Giok Ling Alaiss Gi Ling, Aslim alias Asiong, menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta kepada Gustalim alias Akiong dengan total seluruhnya Rp.50 juta.

Tak sampai disitu lanjut AKP Faizal Ramzani, pada Kamis (27/11/2018) sekira pukul 13.00 WIB, Andi (pelapor) ditelpon oleh Gustalim alias Akiong, dengan menyuruh semua pihak Dok Kapal untuk berkumpul di Hotel Rasa Sayang.

Atas perintah itu, selanjutnya, semua berkumpul di Hotel Rasa Sayang, sekira pukul 15.00 Wib, dan saat itu Gustalim alias Akiong bersama dengan Acin sudah menunggu di Hotel Rasa Sayang.

Setelah berkumpul, Gustalim alias Akiong mengatakan jika ada orang Polda menanyakan keberadaan mereka, Gustalim menyarankan kepada pengrajin galangan kapal, agar mereka sudah kembali ke masing-masing Dok.

Kemudian Gustalim alias Akiong juga mengancam dengan menyebutkan apabila ada orang Polda bertanya perihal uang yang sudah diserahkan seluruh sebesar Rp 60 juta sudah dikembalikan.

"Jika tidak menjelaskan bahwa uang sudah dikembalikan, maka akan datang anggota Polda turun ke Bagansapiapi memeriksa dan merazia semua Dok Kapal," kata Kasat Reskrim Polres Rohil menirukan perkataan Gustalim alias Akiong.

Faizal Ramzani juga menyebutkan tepat Selasa (13/11/18), tim unit satu Sat Reskrim yang dipimpin PS. Kanit 1, Bripka Wira Adi Kusuma bergerak ke Kota Pekanbaru untuk melakukan penangkapan terhadap Gustalim alias Akiong.

"Yang mana sebelum penangkapan didahului dengan mekanisme gelar perkara, dan sekarang telah kita tetap sebagai tersangka," tutup AKP Faizal. (Jon).

 

Editor     : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.