Home / Lingkungan / PT MAS Cemari Sungai Dusun Tua, Warga dan Nelayan Resah

PT MAS Cemari Sungai Dusun Tua, Warga dan Nelayan Resah

PT MAS Cemari Sungai Dusun Tua, Warga dan Nelayan Resah
Ist
Foto Inset: Pertemuan mediasi antara masyarakat Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Riau, dengan Perusahaan PT Makmur Andalan Sawit (Mas), terkait permasalahan limbah perusahaan yang mencemari anak sungai di Kantor Desa setempat belum lama ini.

Pelalawan,Oketimes.com - Pertemuan mediasi antara masyarakat Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Riau, dengan Perusahaan PT Makmur Andalan Sawit (Mas), terkait permasalahan limbah perusahaan beberapa pekan lalu di Kantor Desa tersebut, hingga kini belum menemukan titik terang bagi warga tempatan.

Kendati pertemuan tersebut dihadiri Pj Kepala Desa Jasman dan Kepala Desa terpilih Marwan serta Camat Pangkalan lesung Adnan, SH dan Kapolsek Pangkalan Lesung Nasarudin SH dengan persionilnya berserta anggota Bhabinkantitmas. Pihak manajemen PT Makmur Andalan Sawit (Mas) terkesan acuh tak acuh kepada masyarakat setempat, termasuk terkait pengelolaan limbah PKS yang mencemarkan sungai.

Kepala Desa Dusun Tua terpilih Marwan pun mengakui bahawa PT Makmur Andalan sawit (Mas) tidak bermasyarakat juga kurangnya perhatian terhadap Pemuda maupun Masyarakat Nelayan yang selama ini tempat mata pencarianya sudah hilang diakibatkan Limbah PKS PT Makmur Andalan sawit (MAS) yang Merembes ke Aliran Sungai Kerumutan beberapa bulan yang Lalu.

"Kendati sudah dilaksanakan mediasi beberapa kali, PT Mas hanya mampu memberikan sagu hati kepada masyarkat tang terkena limbah Rp.500.000 hingga Rp.100.000 per orang. Namun nelayan tidak menerima keputusan yang disampaikan oleh Perusahaan," ujarnya Marwan kepada awak media saat dihubungi lewat ponselnya Sabtu (10/11/18) siang.

Selain itu, Marwan juga menyebutkan PT Makmur Andalan Sawit (MAS), juga dinilai tidak patuh dengan aparat desa setempat. Hal ini sesuai surat yang dilayangkan lewat PJ Kades Jasman, terkait keberadaan jumlah karyawan untuk pelaksanaan pilkades lalu. Termasuk pendataan pada pemilihan kepala daerah, Legislatif dan Pilpres 2019.

"Kita sudah Minta data kependudukanya, namun pihak Perusahaan tidak mengindahkan, bahkan terlihat jelas mengabaikanya seakan tidak penting bagi mereka," terang Marwan.

Sebelumnya, PJ Kades Dusun Tua Jasman juga mengaku kesal dan menyangkan sikap arogansi PT MAS yang sudah lama beroperasi di wilayahnya. Dimana selama ini perhatian PT MAS terhadap warga sekitar kurang baik, apalagi tentang minimnya dana CSR PT MAS yang digelontorkan untuk masyarakat setempat.

"Sementara mereka membuang limbah PKS ke sungai, sehingga banyak ikan mati dan mata pencaharian nelayan berkurang sebab banyak ikan mati di sungai desa dusun tua," pungkas Jasman.

Tak sampai disitu, Jasman juga menyinggung soal bantuan perusahaan kepada warga sekitar yang kurang memperhatikan warga tempatan setiap ada kegiatan sosial. Seperti mengadakan kegiatan olahraga antar pemuda dan kegiatan sosial lainnya.

"Warga peron aja sanggup membantu masyarakat Rp500.000 per bulan untuk kegiatan sosial masyarakat. Padahal status mereka bukan perusahaan. Sementara PT MAS perusahaan besar malah membatasi perhartian kepada masyarakat. Contohnya saat pemberian bantuan untuk anak yatim, PT MAS hanya mampu membantu anak yatim 5 orang, sementara jumlah anak yatim puluhan orang," singgung Jasman.

Terpisah, Humas PT Makmur Andalan Sawit (Mas) Agus, saat dikontak lewat ponselnya di nomor 0852-6542-1XXX pada Minggu (11/11/18) sore, dalam keadaan tidak aktif, sehingga belum bisa memberikan penjelasan seputar masalah limbah PKS yang mencemarkan sungai di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, dan meresahkan warga setempat, terutama para nelayan.

Pesan pendek yang dikirimkan juga tidak berbalas, hingga berita ini dimuat. (restarea)


Editor     : Richarde  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.