Home / Parlemen / Nurzaman Gantikan Posisi Hardiyanto, Tapi Jarang Ngantor di DPRD Riau

Nurzaman Gantikan Posisi Hardiyanto, Tapi Jarang Ngantor di DPRD Riau

Nurzaman Gantikan Posisi Hardiyanto, Tapi Jarang Ngantor di DPRD Riau
Ist
DR Taufik Arrahman SH MH, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Sebulan lebih sudah Nurzaman dilantik sebagai anggota DPRD Riau menggantikan Hardiyanto yàng mundur karena ikut bertarung pada Pilgubri April lalu. Namun sejak Pergantian Antar Waktu (PAW) tersebut, politisi Partai Gerindra itu nyaris tak pernah muncul di Gedung DPRD Riau.

Meski enggan memberi keterangan ketika dihubungi di beberàpa kali kesempatan, namun kuat dugaan tak munculnya anggota DPRD Riau Dapil Bengkalis, Dumai dan Meranti itu, dikarenakan posisinya di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang belum jelas.

Sebagaimana dikatakan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DR Taufik Arrahman SH MH saat dikonfirmasi, Rabu (31/10/18). Ia mengatakan posisi yang ditinggalkan Hardiyanto tak mutlak diisi oleh Nurzaman.

"Dia kan PAW ya, Fraksi atau partai sebenarnya bisa menempatkan dimana pun yang dianggap dibutuhkan. Bisa di Komisi I sampai V. Kenapa, dia kan orang PAW baru", ujarnya.

Taufik menjelaskan, secara tatib kalau merolling orang ke komisi lain menunggu awal tahun. Tapi kalau dia (Nurzaman, red), tergantung fraksi. Fraksi boleh menempatkan dimana saja sesuai kebutuhan.

Wakil Ketua komisi I DPRD Riau itu mengatakan, kalau ditanya mutlak atau tidak Nurzaman menggantikan posisi Hardiyanto, Taufik mengatakan tidak mutlak lagi. Alasannya posisi sebagai ketua komisi IV DPRD Riau sudah diisi Husni Thamrin.

"Dia (Nurzaman, red) sekarang tinggal memposisikan diri dimana. Kalau mutlak, tidak mutlak lagi. Kecuali kemarin Husni Thamrin ndak disana. Dan sekali lagi, ini kepentingan politik fraksi. Kalau saya bilang fraksi mau taroh dimana", ucap Taufik.

Sebelumnya, Dewan penasehat Partai Gerindra Marwan Yohanis mengatakan, masalah PAW sudah diatur dalam tata tertib. Dimana posisi yang digantikan menggantikan posisi yang digantikan.

"Yang keluar misalnya di Komisi D yah masuknya ke Komisi D. Tanpa ada surat itu harus diumumkan. Kalau ada perubahan baru menunggu surat dari fraksi", ucap anggota Komisi C DPRD Riau itu usai rapat paripurna DPRD Riau, Senin (22/10/18). (fin)


Editor    : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.