Home / Pendidikan / Dinilai Mendesak, SMPN 44 Butuh Tàmbahan Sarpras

Dinilai Mendesak, SMPN 44 Butuh Tàmbahan Sarpras

Dinilai Mendesak, SMPN 44 Butuh Tàmbahan Sarpras
Fin
Hanniyah SPd, Kepala SMPN 44 Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Sebagai sekolah yang baru, kekurangan sarana dan prasarana menjadi persoalan tersendiri bagi SMPN 44. Selain Ruang Kelas Baru (RKB), SMP yang beralamat di Jalan Damai Palas Rumbai ini juga masih kekurangan guru.

"Walaupun RKB yang tersedia saat ini masih bisa menampung 200-an lebih siswa, namun yang saya khawatirkan ketika Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran (TA) 2019/2020 nanti", ucap Kepala SMPN 44 Pekanbaru Hanniyah SPd saat ditemui, Sabtu (27/10/18).

Hanniyah menjelaskan, dari 4 RKB yang tersedia saat ini 1 RKB diantaranya digunakan untuk ruangan guru, tata usaha dan ruang kepala sekolah. Alhasil, agar proses belajar mengajar kelas 7 dan 8 bisa terlaksana, terpaksa dilakukan pagi sore.

"Sekarang kan sudah mau masuk bulan Nopember. Artinya, tinggal 7 bulan lagi PSB TA 2019/2020. Kekhawatiran kita disitu, RKB mana lagi yang bisa kita pakai untuk menampung siswa baru nanti. Paling tidak kita butuh 4 RKB tambahan", terangnya.

Selain tambahan RKB kata Hanniyah, SMPN 44 juga membutuhkan ruang pustaka, labor serta peralatannya, ruang kepala sekolah, meubeler seperti kursi dan meja, lemari, papan tulis, buku penunjang dan alat peraga.

"Iya kondisi sarana yang belum memadai saat ini, tentunya sedikit mengganggu proses belajar mengajar. Ya, mudah-mudahan sekolah ini bisa kita tingkatkan mutu dan kwalitas sesuai keinginan kita bersama", ujarnya.

Sementara dari sisi tenaga kependidikan, SMPN 44 Pekanbaru baru memiliki 3 guru PNS dan 9 guru honor komite. Begitu juga dengan tenaga TU, sejauh ini belum ada.

Hanniyah berharap Disdik Pekanbaru dapat menambah guru di sekolahnya disamping RKB yang masih minim.

"Mudah-mudahan pemerintah tergerak untuk menambah sarpras dan tenaga pemdidik di sekolah kami supaya tujuan pendidikan itu bisa kita wujudkan", harapnya. (fin)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.