Home / Peristiwa / Diduga Mabuk Berat, Tamu Cafe Remang-remang Ini Hangus Terjebak Api

Diduga Mabuk Berat, Tamu Cafe Remang-remang Ini Hangus Terjebak Api

Diduga Mabuk Berat, Tamu Cafe Remang-remang Ini Hangus Terjebak Api
Humas Polresta For Okertimes.com
Kondisi dua unit rumah semi permanen di kawasan lokalisasi Maredan Jalan Maredan RT 12 RW 01 Kel. Kulim Kec. Tenayan Raya, ludes terbakar seketika pada Kamis (18/10/2018) sekira pukul 05.30 WIB dini hari. Sorang tamu cafe terjebak api dan hangus terbakar.

Oketimes - Pekanbaru : Diduga akibat human eror alias teledor saat melayani tamu cafe remang-remang, dua unit rumah semi permanen di kawasan lokalisasi Maredan Jalan Maredan RT 12 RW 01 Kel. Kulim Kec. Tenayan Raya, ludes terbakar seketika pada Kamis (18/10/2018) sekira pukul 05.30 WIB dini hari.

Selain menghanguskan dua unit rumah semi permanen, seorang tamu laki-laki pengunjung cafe remang-remang, turut menjadi korban kebakaran, lantaran diduga mabuk berat dan terjebak api yang sudah membesar.

Informasi yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, identitas korban kebarakan tersebut hingga saat ini belum diketahui alias Mr X dan jasad korban sudah dievakuasi personil Polsek Tenayan Raya, guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh Unang (45) tahun, selaku pemilki kafe, warga Jalan Karya Bersama Kel. Rejosari Kec. Tenayan Raya, Pekanbaru.

Dimana pada Rabu (17/10/2018 sekira pukul 21.00 WIB, ia melihat seorang pengunjung yang merupakan pacar salah satu anggota WTS berinisial S alias Sari bersama tiga teman lainnnya mendatangi cafe miliknya dan memesan minuman bir sekira pukul 00.00 WIB.

Tak lama kemudian tepat pada Kamis (18/10/2018) sekira pukul 02.00 WIB dini hari, saksi Unang melihat api yang berasal dari kamar Amel yang juga anggota WTS yang posisi kamar berada di sebelah ruang tamu tiba-tiba api membesar.

Melihat peristiwa tersebut, warga dan tamu lainnya berupaya memadamkan api dengan apa adanya, akan tetapi apalah daya, api bukannya malah padam dan kian membesar. Apalagi bahan bangunan rumah terbuat dari bahan kayu dan mudah terbakar.

Tidak hanya bangunan rumah milik Unang, ternyata kobaran api juga merembes ke kafe sebelahnnya dan turut menjadi santapan sijago merah.

Pemilik cafe lainnya juga turut ikut memdamkan api dengan peralatan seadanya dengan dibantu warga setempat, namun lagi-lagi kobaran api tidak bisa dipadamkan hingga dua bangunan kafe tersebut ludes terbakar dan rata dengan tanah.

Tepat pada pagi harinya, pemilik cafe dan warga baru mengetahui bahwa seorang pengunjung cafe remang turut menjadi korban amukan sijago merah, lantaran terjebak api yang diduga korban tidak bisa menyelamatkan diri akibat mabuk berat dan tidak sadarkan diri.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK SH MH melalui Kapolset Tenayan Raya Kompol M Hanafi Tanjung saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian kebakaran 2 unit rumah semi permanen yang juga sekaligus cafe remang-remang di kawasan lokalisasi Maredan Jalan Maredan RT 12 RW 01 Kel. Kulim Kec. Tenayan Raya, ludes terbakar seketika pada Kamis (18/10/2018) sekira pukul 05.30 WIB dini hari.

"Ya benar, kejadiannya pagi dini hari tadi. Dua unit rumah semi permanen yang dijadikan cafe ludes terbakar dan menewaskan seorang korban," terang Kapolsek saat dihubungi lewat ponselnya Kamis siang.

Ditanya siapa korban yang meninggal dalam kebakaran tersebut, Kompol M Hanafi hanya bisa menyebutkan korban merupakan berjenis laki-laki dan belum diketahui identitas korban lantaran jasad korban terlihat hangus terbakar dan belum diketahui identitasnya.

"Saat ini masih kita selidiki alamat korbannya, karena masih tahap penyelidikan, apalagi jasad korban sudah tidak bisa dikenali akibat hangus terbakar," ujarnya singkat. (ars) 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.