Home / Hukrim / Dugaan Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Wabup Bengkalis Penuhi Panggilan Ditreskrimsus

Dugaan Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Wabup Bengkalis Penuhi Panggilan Ditreskrimsus

Dugaan Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Wabup Bengkalis Penuhi Panggilan Ditreskrimsus
(Istimewa)
Usai menjalani pemeriksaan penyidik, Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad keluar dari pintu gerbang Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Senin (3/9/2018) lalu.

Oketimes.com - Pekanbaru - Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis, Muhammad kembali harus menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kamis (18/10/2018). Mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Riau ini, diperiksa terkait dugaan tindak pidana korupsi pemasangan pipa transmisi di Kabupaten Inhil.

"Iya benar, pagi tadi. Saya kebetulan sedang tugas ke luar kota, jadi belum dapat laporan, jam berapa berakhirnya (Pemeriksaan, red). Ini terkait penyidikan Tipikor (Pipa Transmisi) di Inhil," kata Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrimsus Polda Riau Kompol Pangucap, kepada Wartawan saat dikonfirmasi lewat ponselnya Kamis pagi.

Informasi yang dirangkum di kantor Ditreskrimsus Jalan Gajahmada Pekanbaru, pemeriksaan terhadap Muhammad yang juga politisi PDIP ini selesai sebelum salat Dzuhur. Saat ke luar, ia didampingi oleh ajudannnya.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK, saat dikonfirmasikan Kamis sore, membenarkan adanya pemeriksaan Muhammad mantan Kabid Cipta Karya PU Riau oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Riau pada Kamis (18/10/2018) pagi.

"Ya benar, beliau menjalani pemeriksaan di Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau, guna memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan korupsi pipa transmisi PDE di Tembilahan pada tahun 2013 lalu," kata mantan Kabid Humas Polda Sulteng ini menjawab pertanyaan oketimes.com.

Ditanya status pemanggilan mantan Kabid Cipta Karya PU Riau itu sebagai apa penyidik Subdit III Ditreskrimsus Podal Riau memanggil  Muhammad yang kini Wakil Bupati Bengkalis untuk memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau?

Sunarto menyebutkan bahwa pemanggilan Muhammad, mantan Kabid Cipta Karya PU Riau itu, dimintai penjelasan oleh penyidik hanya sebatas saksi, dan bukan sebagai terperiksa. "Masih sebatas saksi, bukan terperiksa," pungkas Sunarto.

Sebagaimana diberitakan, dugaan tindak pidana korupsi ini, penyidik sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Dua diantaranya dipublikasikan kepolisian dan dua tersangka lagi terkuak dari surat penetapan tersangka yang dikirimkan penyidik Polda Riau ke jaksa peneliti.

Muhammad sendiri, sebetulnya sudah beberapa kali dipanggil penyidik dalam statusnya sebagai saksi untuk dimintai keterangannya soal perkara tersebut.

Wakil Bupati Bengkalis ini turut dimintai keterangannya, karena saat kasus bergulir ia menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi ini berawal dari laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini menghabiskan dana sebesar Rp3.415.618.000, di mana ditengarai tidak sesuai spesifikasi. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.