Home / Sosial / Bela Tujuh Petani Dayun, PABHR Surati Kapolda Riau

Bela Tujuh Petani Dayun, PABHR Surati Kapolda Riau

Bela Tujuh Petani Dayun, PABHR Surati Kapolda Riau
Ist
Petani sawit, Sujadi menunjuk pohon kelapa sawit miliknya yang ditumbang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Pusat Advokasi dan Bantuan Hukum Riau (PABHR) menyurati Kapolda Riau terkait dugaan pengrusakan kebun kelapa sawit milik 7 petani di Jalan Raya Siak Lama, Km 5, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Kebun kelapa sawit yang diduga dirusak, yakni milik Sujadi, Sutrisno, Nurhasanah, Komsatun, Setiyono, Paini dan Sumadi.

Dikatakan kuasa hukum 7 petani, Anifam Tanjung, SH, pengrusakan diduga dilakukan dengan menggunakan alat berat membuat kanal di lahan milik petani seluas 20,8 hektare dan menumbang sebagian pohon kelapa sawitnya.

Selain itu, tambah Anifam, gerbang pintu masuk, dan rumah pondok yang dijadikan tempat ibadah milik Sujadi tak luput dari dugaan pengrusakan. "Kini rumah pondok itu tinggal puing-puing, bahkan seng dan sebagian kayunya tak jumpa," kata Anifam yang juga Advokat dari PABHR ini.

Para petani sawit juga dilarang merawat dan memanen tanaman kelapa sawit miliknya lagi. "Kami telah surati Kapolda Riau dan memohon agar persoalan ini segera dituntaskan," kata Anifam, Selasa (16/10/2018).

Dugaan perbuatan pidana pengrusakan itu terjadi, karena ada saling klaim kepemilikan lahan antara 7 petani dan pengusaha, berinisial EC.

Ketujuh petani dan pengusaha berinisia EC ini, kata Anifam, diduga membeli lahan dari orang yang sama, yakni JMG. Padahal sebelumnya, petani yang juga warga Desa Dayun ini, memelihara dan memanen buah kelapa sawit miliknya sejak tahun 2015 lalu hingga April 2018, tanpa ada gangguan dari manapun.

Sayangnya, hasil kebun kelapa sawit yang menjadi tumpuan hidup keluarga, tak  lagi bisa dinikmati sejak April 2018. Akibatnya para petani yang kini ada dalam kondisi sakit-sakitan terancam jatuh miskin dan dalam kondisi kelaparan.

Para petani dilarang memanen dan menjual hasil kebunnya oleh orang suruhan pengusaha berinisial EC yang berinisial BDL. Orang suruhan pengusaha itu, mengklaim lahan kebun kelapa sawit tersebut milik EC.

Sebelum menyurati Kapolda Riau, ujar Anifam, Sujadi yang merupakan satu dari 7 petani tersebut, sebelumnya juga telah membuat pengaduan ke Polres Siak terkait dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor JMG. Namun, hingga kini belum ada titik terangnya.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.