Home / Lingkungan / Ribuan Ikan Mati di Sungai Karang, Kolam Warga Terkena Dampak Limbah PKS Sei-Intan

Ribuan Ikan Mati di Sungai Karang, Kolam Warga Terkena Dampak Limbah PKS Sei-Intan

Ribuan Ikan Mati di Sungai Karang, Kolam Warga Terkena Dampak Limbah PKS Sei-Intan
ys
Ribuan ikan ditemukan mati mendadak di Sungai Karang yang mengalir di Desa Kembangdamai, Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rolan Hulu (Rohul) Riau, sejak Minggu 24 September 2018 lalu.

Rokan Hulu, Oketimes.com - Ribuan ikan ditemukan mati mendadak di Sungai Karang yang mengalir di Desa Kembangdamai, Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rolan Hulu (Rohul) Riau, sejak Minggu 24 September 2018 lalu. Kematian ikan-ikan tersebut diduga karena air sungai tercemar limbah sawit dihulu sungai.

Dari bebera warga setempat menyebutkan jumlah ikan yang mati diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan ekor. Hingga sekarang, ikan-ikan masih ditemukan mati mendadak di Sungai Karang. Tumpukan ikan mati pun menumpuk di banyak titik. “Di sepanjang Sungai Karang bisa dilihat banyak ikan yang mati," kata warga Kembang damai Toni, Selasa (2/10/2018).

Hal inilah membuat warga yang umumnya bekerja sebagai nelayan sungai, menjadi resah karena tangkapan mereka berkurang drastis. Bagi warga Desa Kembangdamai, keberadaan sungai tersebut sangat penting karena mereka menggantungkan hidup dari sana. Kini, mereka mengaku tidak tahu harus berbuat apalagi dengan kondisi Sungai tersebut.

"Kami di sini ya mengeluhkan kondisi ini. Karena penghasilan kami kan dari ikan-ikan di Sungai Karang, pun juga salah satu kolam ikan yang di dominasi ikan mas serta benih ikan nila yang baru berumur 14 hari nyaris tak tersisa (mati)," katanya.

Dilihat dari kondisi air sungai saat ini, warga curiga ribuan ikan mati mendadak karena sungai tercemar oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei-Intan. Sejumlah warga mengatakan, ada kebocoran kolam limbah dari pabrik pengolahan kelapa sawit di desa tersebut sehingga limbah mengalir ke sungai Karang.

"Kami memang tidak tahu pasti penyebabnya, bisa jadi dari limbah pabrik, bisa jadi juga karena yang lain. Kami hanya berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini," kata Toni.

Sementara dari laporan sejumlah warga Kembangdamai, kematian ikan-ikan secara mendadak di Sungai Karang, bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah berulang kali. Namun, jumlah ikan yang mati mendadak lebih banyak saat ini daripada sebelumnya. "Ini yang paling parah, paling banyak ikan yang mati. Sebagian ikan sudah tersapu hujan deras," kata Irwansyah.

Irwansyah mengatakan, jika memang kematian ikan-ikan secara mendadak di sepanjang Sungai Karang karena kebocoran limbah pabrik pengolahan kelapa sawit, dia meminta perusahaan bertanggung jawab.

"Kami minta perkebunan sawit bertanggung jawab, bagaimana caranya memberikan ganti rugi kepada masyarakat karena mereka telah kehilangan mata pencaharian selama ini," ujarnya.

Dilain sisi, Irwansyah mengaku. Bahwa salah satu yang membuat kerugian besar bagi dirinya, kolam miliknya yang persis berada di sungai Karang tersebut menjadi salah satu santapan Limbah PKS Sei-Intan. Kolam miliknya itu sejak dua minggu terakhir telah di taburi bibit ikan mas dan nila. Ia mengaku semua bibit ikan tersebut nyaris tak tersisa.

"Saya baru saja menabur bibit ikan mas dan ikan nila di kolam itu, kolam itu telah kita temukan air sudah menghitam. Pagi itu, saya hendak mau mengasi makan ikan, setelah sampai dikolam tersebut, ikan mas dan nila yang baru berumur 2 minggu itu kita dapati sudah tak bernyawa lagi. Kita menuntut perusahaan bertanggungjawab atas kematian ikan-ikan disungai karang itu termasuk kolam ikan kita yang juga terkena limbah PKS tersebut," kata Irwansyah. (ys)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.