Home / Kesehatan / Meski Menurun, Dinkes Bengkalis Tetap Ajak Warga Lakukan 3 M untuk Cegah DBD

Meski Menurun, Dinkes Bengkalis Tetap Ajak Warga Lakukan 3 M untuk Cegah DBD

Meski Menurun, Dinkes Bengkalis Tetap Ajak Warga Lakukan 3 M untuk Cegah DBD
Diskominfotik Bengkalis For Oketimes.com
Alwizar, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis.

Bengkalis, Oketimes.com - Sesal kerap datang di akhir waktu, diantaranya berbagai penyesalan yang pernah dilakukan manusia, satu diantaranya adalah menyepelekan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terserang penyakit.

Tak heran jika muncul pepatah 'mencegah lebih baik dari mengobati'. Dengan rutin menjalani cara pencegahan dengan menerapkan pola hidup yang sehat kita tak perlu khawatir penyakit tersebut datang.

Sejalan pepatah tersebut, Alwizar, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, mengajak seluruh masyarakat di daerah ini untuk terus melaksanakan 3 M untuk mencegah DBD (Demam Berdarah Dengue).

"Ayo kita laksanakan terus 3 M dan sarankan juga kepada tetangga-tetangga kita. Ajak Pak Ketua RT untuk mengkoordinir tetangga. Sayangi keluarga kita dengan mencegah penyakit DBD," tulis Alwizar di akun facebook-nya, Kamis kemarin, 20 September 2010.

Status yang ditulisnya pada pukul 13.00 WIB, dibagikannya kepada 49 orang sahabatnya. Diantaranya Ketua MUI H Amrizal, Ketua Baznas H Ali Ambar dan beberapa anggota DPRD Bengkalis, seperti Abi Bahrun Muhammad Ya'coeb dan Irmi Syakip Arsalan.

Alwizar juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Ucapan terima kasih itu disampaikannya, karena sampai dengan Kamis kemarin, jumlah penderita penyakit DBD hanya berjumlah 17 kasus.

Menurut Alwizar, semua itu berkat partisipasi semuanya dalam melaksanakan 3 M (Menutup tempat-tempat penampungan air, Menguras bak mandi/WC/vas Bunga 3 hari sekali, dan Mendaur ulang/Menguburkan kaleng kekas).

"Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus yang signifikan (KLB/Kejadian Luar Biasa bahkan outbreak) sampai 31 Desember 2018," tulisnya.

Dia juga menginformasikan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu tahun 2016 terjadi 909 kasus dengan 12 kematian.

Sedangkan tahun 2017 menurun menjadi 107 kasus dengan 0 kasus kematian. Maka maka pada tahun 2018 ini sudah menurun drastis," tulis Alwizar lagi.***

 

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.