Home / Parlemen / Issu Merumahkan Pegawai Honor Pemprov Belum Jelas

Issu Merumahkan Pegawai Honor Pemprov Belum Jelas

Issu Merumahkan Pegawai Honor Pemprov Belum Jelas
Disediakan Oketimes.com
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi mengatakan, issu bahwa 9 ribu pegawai honor Pemprov Riau bakal di rumahkan sampai saat ini belum dilakukan. Namun bagi pegawai honor daerah, kemungkinan bisa saja terjadi.

Hal itu disampaikan Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi dan Ketua Komisi IV saat dikonfirmasi terpisah usai rapat Banggar di Gedung DPRD Riau, Kamis (20/09/18).

"Kalau di Pemprov belum, belum ada upaya kesana. Kita bukan bicara honor, kita bicara kegiatan saja. Yang ada itu Tenaga Harian Lepas (THL). Guru bantu juga belum ada opsi kesitu", ujar Ahmad Hijazi.

Ia pun enggan berkomentar ketika didesak kemungkinan merumahkan 9 ribu pegawai honorer tetsebut. "Saya belum bisa comment sekarang. Kalau kabupaten kan keputusannya Bupati setempat", katanya.

Ketika disebutkan bahwa alasan dirumahkannya pegawai honor itu akibat defisit, dijawab Ahmad Hijazi kita optimalisasi, efisiensi belanja, dan skema tunda bayar dari proyek proyek yang disepakati.

Sementara ketua Komisi V DPRD Riau Aherson saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, kemungkinan dirumahkannya pegawai honor yang bertugas di berbagai daerah bisa saja terjadi.

Khusus guru sebut Aherson, sepengetahuannya guru bantu sebanyak 2 ribu, sisanya honor komite dan itu dibayar dana BOS dan BOSDA.

"Itu tak ada hubungannya dengan dana APBD. Itu sekolah yang menyepakati dengan walimurid. Bagi honor daerah itu yang mungkin dirumahkan", ujar Aherson.

Politisi Demokrat itu juga mengungkapkan bahwa pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari Dinas Pendidikan terkait mapping jumlah guru. "Kita belum tahu jumlah kebutuhan guru, sekolah, murid yang ada. Kalau sudah ada mapping tambah Aherson, bisa saja gurunya ditambah atau dikurangi," ucapnya. (fin)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.