Home / Peristiwa / Meski Senyap, Konflik Lahan PT GII Vs Edi Surianto CS Masih Sengit

Meski Senyap, Konflik Lahan PT GII Vs Edi Surianto CS Masih Sengit

Meski Senyap, Konflik Lahan PT GII Vs Edi Surianto CS Masih Sengit
Disediakan Oketimes.com
Foto Inset: Sebuah alat berat milik PT GII melakukan land clearing, dengan mencabuti kebun sawit milik masyarakat yang diduga milik Edi Surianto Cs seluas kurang lebih 25 hektar dari 104 hektar yang diklaim kedua belah pihak di Kelurahan Tenayan Industri Kec Tenayan Raya Pekanbaru, sejak sepekan terakhir ini hingga Sabtu 15 September 2018.

Pekanbaru, Oketimes.com - Aksi saling klaim kepemilikan lahan antara PT Gerindo Investama Indonesia (GII) dengan masyarakat yang diduga milik Edi Surianto, CS seluas 104 hektar di Kelurahan Tenayan Industri Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, hingga kini masih berlangsung sengit dan belum ada titik temu dari kedua belah pihak, guna mencari win-win solusi dalam mengakhiri konflik lahan tersebut.

Sebagai bukti, dari hasil penelusuran awak media ini di lokasi konflik lahan, pada Sabtu 15 September 2018 sore, pihak dari PT GII saat ini sedang melakukan pembersihan lahan dan membuat batas lahan di areal milik masyarakat yang diduga milik Edi Surianto, CS yang sebelumnya lahan tersebut sudah ditanami kebun sawit seumuran 12 tahun dan siap panen.

Dalam penelusurun awak media ini di lokasi, salah satu masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya kepada awak media ini, menyebutkan bahwa aksi saling klaim lahan antara PT GII dengan Edi Surianto, CS sudah berlangsung selama sepekan lebih di lokasi. Akan tetapi, kondisi tersebut masih berlangsung senyap dan belum ditemukan konflik yang cukup signifikan.

"Kalau kondisinya saat ini masih biasa-biasa saja, akan tetapi kita kan tidak mengetahui kedepannya seperti apa kelanjutannya. Sebab PT GII sendiri saat ini, masih terlihat arogan kepada pihak Surianto CS hingga saat ini," ujar sumber kepada awak media ini.

Sebagai bukti lanjut sumber, pihak PT GII saat ini sudah melakukan pencabutan kebun sawit milik Edi Surianto CS di lokasi lahan seluas kurang lebih 25 hektar dari total 104 hektar lebih yang diklaim oleh Edi Cs.

Pencabutan kebun sawit yang ditafsir seumuran 13 tahun itu, dilakukan oleh PT DGI dengan mendatangkan alat berat dan sekelompok orang yang diduga orang suruhan PT GII untuk mengawal dan melakukan pencabutan pohon sawit tersebut.

"Kalau dilihat pak, orang suruhan yang didatangkan oleh PT GII terlihat sangar dan dilengkapi seperti alat senjata tajam. Akan tetapi, pihak aparat setempat, seperti dari pihak Kepolisian, aparat Kelurahan dan kecamatan terlihat hanya bisa berdiam diri saja, tanpa berbuat apa-apa untuk menghindarkan konflik lahan itu, supaya tidak meruncing kepada pihak Edi Surianto Cs," papar sumber.

Meski demikian, dirinya selaklu warga setempat, terasa kurang nyaman atau was-was, akibat adanya konflik saling klaim tersebut. Sebab kondisi tersebut terlihat adem, akan tetapi bisa saja menjadi boomerang bagi masyarakat setempat atas adanya konflik lahan tersebut.

Terpisah, M Setya Chandra, selaku Lurah Tenayan Industri Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, ketika dikonfrimasikan Sabtu malam membenarkan adanya konflik lahan antara PT GII dengan masyarakat yang diduga milik Surianto Cs di lokasi tersebut.

"Iya pak, benar peristiwa itu. Sebab selama 4 hari terakhir ini saya bersama aparat Kepolisian dan pihak kecamatan berada di lokasi untuk menghindari adanya konflik lahan antara kedua belah pihak," aku Setya Chandra yang menguku baru pulang dari lokasi lahan tersebut bersama anggota Polsek Tenayan Raya.

Ditanya, seperti apa kondisi keamanan yang terjadi selama konflik tersebut masih berjalan? Setya menerangkan bahwa kondisinya saat ini masih dalam keadaan kondusif dan belum menimbulkan adanya kontak fisik antara PT GII dengan Edi Surianto CS.

Meski begitu, lanjut Setya Chandra pihaknya bersama aparat setempat dan Kepolisian terus melakukan pemantauan, guna menghindari adanya kontak fisik antara kedua belah pihak hingga kini.

Terkait hal itu, Kapolsek Tenayan Raya AKP Benny Syaf saat dihubungi lewat ponselnya, sabtu malam dalam keadan aktif, namun tidak menjawab panggilan awak media ini, sehingga belum berhasil dimintai penjelasan seputar adanya saling konflik lahan tersebut hingga kini. Pesan pertanyaan yang dikirim lewat Whatsapp tak juga berbalas, hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK, lewat Paur Humas Ipda Budhia Dianda saat dihubungi lewat ponselnya, Sabtu malam membenarkan adanya konflik lahan antara PT GII dengan masyarakat yang diduga milik Edi Surinto Cs, yang sampai saat ini masih berlangsung dan masih terlihat kondusif.

"Iya benar, saya juga sudah dapat info soal itu, akan tetapi kan saat ini masih kondusif saja dan tidak ada hingga menimbulkan kontak fisik antara kedua belah pihak," singkat Budhi Dianda. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.