Home / Peristiwa / Tak Senang Diberitakan 'Tangkap Lepas' BB Alat Berat, Komandan Polhut Riau Hardik dan Ajak Duel Wartawan

Tak Senang Diberitakan 'Tangkap Lepas' BB Alat Berat, Komandan Polhut Riau Hardik dan Ajak Duel Wartawan

Tak Senang Diberitakan 'Tangkap Lepas' BB Alat Berat, Komandan Polhut Riau Hardik dan Ajak Duel Wartawan
Int
ILustrasi.

Pekanbaru, Oketimes.com - Merasa tidak senang atas adanya pemberitaan soal 'tangkap lepas' barang bukti 1 unit alat berat yang sempat diamankan Tim Gakkum DLHK Riau yang belakangan dilepas kembali pada Senin 10 September 2018 sekira pukul 22:50 WIB malam lalu.

Komandan Polhut Riau, yang saat ini dijabat P. Tampubolon, mendadak risih dan 'kepanasan' bak seperti preman pasar saat menghardik awak media ini saat menjalankan tugas jurnalistiknya di Markas Polhut Riau, Jalan Dahlia Pekanbaru pada Kamis 13 September 2018 malam sekira pukul 21.40 WIB.

Dengan gaya preman pasar, Komandan Polhut Riau yang baru menjabat baru kurang lebih empat bulan terakhir ini, mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak pantas dilakukan seorang pelayan masyarakat kepada Jurnalis saat awak media ini tengah mengetik narasi berita untuk laporan update informasi di kantin Mapolhut Riau.

"Kau yang nulis berita ini ya, hebat kali kau ya. Kenapa kau beritakan seperti ini, dan mana ada saya katakan seperti itu. Apa maksudmu, mau cari lawan ya," bentak Komadan Polhut Riau ini belagak orang hebat.       

Lantas awak media ini pun mencoba menjelaskan maksud dan tujuan isi berita yang sudah termuat tersebut pada Senin 10 Sepetember 2018 lalu, sudah sesuai dengan fakta dan konteksnnya dalam etika jurnalis.

Akan tetapi Komandan Polhut Riau yang kurang bersahaja dengan awak media, malah tidak menerima penjelasan awak media, sembari menantang awak media ini untuk berduel dengannya. "Ayo main kita," tukasnya pada awak media ini.

Beruntung awak media ini tidak mau terpancing atas ajakan tersebut, apalagi pada saat itu seorang rekan LSM dan seorang anggota Polhut Riau yang menyaksikan saat itu melerai Komandan Polhut Riau, yang mudah naik pitam itu dengan sigap.

Meski sudah dilerai oleh rekan LSM dan anggota Polhut Riau pada saat itu, Komandan Polhut Riau ini, kian menyinyir bak seperti wanita yang lagi datang bulan. Seraya mengatakan, 'Awas kau ya, jangan datang lagi kemari, ini wilayah saya," ancam Komandan Polhut Riau ini seraya meminta awak media ini untuk meninggalkan Markas Polhut tersebut.

Meski begitu, awak media ini pun mencoba menenangkan situasi yang sempat panas itu, akan tetapi Komdan Polhut Riau, lagi-lagi menyinyir dan tidak mau dilibatkan dalam permasalahan pemberitaan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Pers memiliki hak konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan menyebar luaskan, pencetakan dan penerbitkan surat kabar, majalah, buku atau dalam material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 didalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.

Kemudian pada ayat ketiga, bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sedangkan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Begitu juga dengan ancaman pidana bagi yang menghalang-halangi tugas jurnalistik atau pers sudah diatur dalam Pasal 18 ayat 1 undang-undang nomor 40 tahun 1999 yang berbunyi "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta".

Seperti diberitakan, Senin 10 September 2018 sekira pukul 22:50 WIB malam, 1 unit ekskavator warna orange merk Hitachi yang diduga hasil tangkapan Tim (Gakkum) Bidang Pentaatan dan Penataan bersama Polisi Kehutanan DLHK Riau, pada Minggu 24 Juli 2018 sore lalu yang sempat diamankan di Markas Polhut Riau Jalan Dahlia Pekanbaru, kini sudah berpindah tangan kepada orang lain yang diduga pemilik alat berat.

Dari hasil pantauan oketimes.com di Markas Polhut Riau, Senin 10 September 2018, tepat sekira pukul 20.15 WIB, sebuah mobil truk Fuso Mitsubishi roda 10 memasuki halaman Markas Polhut Riau.

Kemudian salah satu petugas jaga pos memberikan arahan menuju lokasi pemuatan alat berat tepat di depan halaman Markas Polhut Riau, seraya menutup pagar pintu masuk dan keluar markas Polhut Riau.

Tak lama kemudian, petugas Polhut bersama Komandan Polhut DLHK Riau, datang serta mengarahkan truk tersebut untuk segera memuat alat berat yang akan diangkut.

Sepertinya arahan Komadan Polhut tersebut sudah terafiliasi dengan perintah sang pimpinan, sehingga tidak butuh waktu lama, barang bukti 1 unit alat berat hasil tangkapan Tim Gakkum dibawah naungan Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau itu berjalan mulus naik kepangkuan truk yang dikemudikan seorang operator alat berat.

Melihat peristwa tersebut, oketimes.com menghampiri peristiwa unik itu dan mengambil gambar untuk dokomentasi pemberitaan yang disaksikan oleh Komandan Polhut Riau bersama beberapa anggota Polhut Riau lainnya.

Usai mengabadikan moment tersebut, awak media ini meminta penjelasan dari sang Komandan Polhut, dengan mengajukan pertanyaan "mengapa alat berat barang bukti ini diangkut pada malam hari pak? Sang Komandan Polhut pun terlihat agak risih menjelaskan kepada media ini sembari mengatakan, "Saya tidak tahu itu, itu arahan pimpinan tanya saja kepada mereka," jawab Komandan Polhut itu tanpa menjelaskan secara rinci terkait pelepasan alat berat itu.           

Lantas awak media kembali menanyakan, apa dasar alat berat tersebut bisa dilepaskan pak? Komadan Polhut Riau ini pun mengatakan bahwa seluruh pelepasan barang bukti tersebut sudah dilakukan oleh pimpinan, termasuk serah terima barang. "Oh ya serah terima barang ini sudah lengkap dilakukan, makanya kita berikan kepada pemiliknya," tukas Dan Polhut.

Disinggung siapa pemilik alat berat barang bukti yang dilepas tersebut? Komandan Polhut ini kembali membisu, sembari pergi meninggalkan awak media ini, untuk mengarahkan mobil truk yang sudah standby untuk membawa alat berat tersebut keluar dari Markas Polhut Riau.

Tepat sekira pukul 22.50 WIB, truk Fuso yang mengangkut barang bukti tersebut pun berlalu meninggalkan Markas Mapolhut Riau, yang kemudian disusul Komandan Polhut Riau bersama anggota Polhut untuk menggiring barang bukti tersebut keluar dari wilayah Markas Polhut Riau.

Terkait hal itu, awak media ini mencoba mengkonfirmasikan Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau yang saat ini dijabat oleh Said Nurjaya lewat ponselnya ke 0812 6707 8XXX dan 0813 7494 3XXX, akan tetapi sama sekali tidak aktif, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan kepada awak media ini terkait pelepasan alat berat tersebut. Pesan pendek yang dikirimkan juga tidak berbalas.

Hal senada juga dilakukan Kasi Gakkum Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau, Agus Suryoko SH, ketika dihubungi lewat ponselnya, juga sedang tidak aktif, sehingga tidak bisa dimintai penjelasan terkait pelepasan barang bukti alat berat tersebut. Pesan pendek yang dikirimkan lewat Whatsapp juga tidak berbalas.

Tak jauh beda dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, yang saat ini dijabat oleh Ir Ervin Rizaldi, MH saat dihubungi lewat ponselnya juga tidak aktif. Sementara pesan Whatsapp yang dikirimkan ke ponselnya terlihat sudah terbaca, sebab tanda klik biru pembaca pesan sudah terceklist, namun tidak juga tidak memberikan keterangan hingga berita ini dimuat saat itu. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.