Home / Peristiwa / Diback-up Polda Riau, Polresta Pekanbaru Amankan Unjuk Rasa BEM Unri Secara Humanis

Diback-up Polda Riau, Polresta Pekanbaru Amankan Unjuk Rasa BEM Unri Secara Humanis

Diback-up Polda Riau, Polresta Pekanbaru Amankan Unjuk Rasa BEM Unri Secara Humanis
Humas Polresta For Okertimes.com
Humanis dan bersehaja : Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardy SIK, tampak humanis dan bersahaja saat melaksanakan tugas pengamanan unras, demi terciptanya situasi yang aman dan damai, dalam memenuhi keinginan mahasiswa menyampaikan aspirasi penyelesaian sengketa lahan Kampus UR di depan Kantor Gubernur Riau, Kamis 13 September 2018 siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Guna mengamankan aksi unjuk rasa ratusan massa BEM Universitas Riau (UR), dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait sengketa lahan antara Universitas Riau dengan PT Hasrat Tata Jaya di depan Kantor Gubernur Riau, Kepolisan Resor Kota Pekanbaru, dibantu personil Polda Riau melaksanakan pengamanan secara humanis dan penuh keakraban, Kamis 13 September 2018.

Rasa humanis dan penuh keakraban itu terlihat, sejak ratusan massa BEM Unri yang hendak melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubri, Personel jajaran Polresta dan Polda Riau, sebagai langkah awal melaksanakan pengawalan massa menuju titik kumpul di samping Kantor Gubernur Riau.

Setibanya di samping Kantor Gubernur Riau, massa BEM Unri sudah disiapkan area untuk memarkirkan kendaraan yang diamankan dari satuan lalu lintas Polresta Pekanbaru.

Tak lama kemudian, ratusan massa diarahkan melintasi ke Jalan Cut Nyak Dien samping Kantor Gubernur Riau, untuk melaksanakan orasi penyampaian aspirasi dan tuntutan mereka ke pihak pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Riau.

Setelah beberapa menit kemudian, waktu shalat ashar pun tiba, sehingga massa aksi dipersilakan untuk melaksanakan salat ashar di dalam areal Kantor Gubernur Riau bersama-sama dengan pihak kepolisian yang melaksanakan pengamanan.

Usai melaksanakan shalat ashar, massa aksi kembali berkumpul untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka terkait sengketa lahan antara Universitas Riau dengan PT Hasrat Tata Jaya.

Mahasiswa pun diterima oleh pihak Pemda Riau dari Asisten 1 dan asisten bidang Hukum, aspirasi serta tuntutan dari mahasiswa UR diterima dan akan disampaikan kepada Gubernur Riau untuk dilakukan penyelesaian dan mecari solusi pemecahan masalah yang ada di kampus UR.
 
Sebagaimana diketahui, hak menyampaikan pendapat didepan umum diatur didalam UU dengan aturan yang jelas serta tata urutan pelaksanaannya. Langkah awal diambil oleh Presma UR melayangkan Surat Pemberitahuan kepada pihak Kepolisian lewat Polresta Pekanbaru sudah dilakukan.

Berdasarkan surat pemberitahuan BEM UR tersebut, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH diwakili Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardy sebelumnya mengumpulkan seluruh Kasat dan Kapolsek Jajaran Polresta Pekanbaru, guna mengamankan pelaksanaan aksi Unjuk Rasa yang akan dilaksanakan BEM UR ke kantor Gubernur Riau.

Langkah demi langkah dilakukan jajaran Polresta Pekanbaru sesuai SOP Kepolisian, mulai dari Satuan Intelijen dan Babinkamtibmas untuk mendapatkan informasi pelaksanaan Unjuk Rasa tersebut, guna merangkul dan melindungi para Mahasiswa BEM Unri untuk menyampaikan aspirasinya dengan aman dan damai.

Demi terciptanya situasi yang aman dan damai, Polresta Pekanbaru menurunkan sekitar 300 lebih anggota dan di back-up dari jajaran Polda Riau dalam melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa dari BEM UR.

Pengamanan itu, dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH yang diwakili oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardy SIK dalam melaksanakan tugas pengamanan secara Humanis, guna terciptanya situasi yang aman dan damai dalam rangka memenuhi keinginan mahasiswa menyampaikan aspirasi dan tujuan mahasiswa bisa tepat sasaran , guna penyelesaian sengketa lahan yang ada di Kampus UR.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi SIK saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan tersebut dilaksanakan secara Humanis dan penuh keakraban, guna tercipta situasi yang aman dan damai.

"Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka," tutup Wakapolresta. (ars)

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.