Home / Hukrim / Gagalkan Peredaran 4,5 Kg Sabu dan Tiga Ribu Butir Pil Ekstasi, Polresta Pekanbaru Ringkus Tiga Kurir

Gagalkan Peredaran 4,5 Kg Sabu dan Tiga Ribu Butir Pil Ekstasi, Polresta Pekanbaru Ringkus Tiga Kurir

Gagalkan Peredaran 4,5 Kg Sabu dan Tiga Ribu Butir Pil Ekstasi, Polresta Pekanbaru Ringkus Tiga Kurir
Humas Polresta For Okertimes.com
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH, diwakili Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardy SIK didampingi Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Dedi Herman SIK, menggelar Konfrensi Pers Penangkapan Narkotika jenis Sabu seberat 4,5 Kg dan Ekstasi sebanyak 3000 butir di Loby Polresta Pekanbaru Rabu 12 September 2018.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tim Satuan Reskrim Narkoba Polresta Pekanbaru, dengan diback-up Ditreskrimum Polda Riau, Minggu 02 September 2018, berhasil menggagalkan peredaran Narkotika jenis sabu sebanyak 4,5 Kg dan tiga ribu pil ineks dari tiga kurir saat hendak bertransaksi di wilayah hukum Polresta Pekanbaru.

Ketiga kurir yang diamankan, adalah Hari Hadi alias Ari (32) tahun, warga Jalan Indera Puri Perumahan Bapanda No 7 E Kel. Rejo Sari Kec. Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Kemudian Arif Sulaiman alias Arif (22) tahun, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru dan M. Arifin Palakka alias Arifin alias Apin atau Aping (22) yang beralamat di Jalan Dermaga RT 009 Kel. Purnama Kec. Dumai Bara Kota Dumai.

Terkait pengungkapan tersebut, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH, diwakili Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardy SIK didampingi Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Dedi Herman SIK, menggelar Konfrensi Pers Penangkapan Narkotika jenis Sabu seberat 4,5 Kg dan Ekstasi sebanyak 3000 butir di Loby Polresta Pekanbaru Rabu 12 September 2018.  

Dalam keterangan Pers itu, Wakpolresta Pekanbaru menyebutkan sebelum ketiga kurir diamankan, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Minggu 02 September 2018 sekira Pukul 05.10 WIB, mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa akan ada target operasi (TO) yang mebawa Narkotika dengan jumlah besar ke Pekanbaru dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Mendapat laporan itu, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Dedi Herman memerintahkan Tim Opsnal Res Narkoba untuk melaksanakan penyelidikan terhadap info tersebut dengan di back-up jajaran Ditreskrimum Polda Riau.

Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan, Tim gabungan berhasil melakukan penyergapan terhadap 3 (tiga) pelaku kurir dari dalam sebuah mobil merk Toyota Avanza BM 1201 LV yang melintas dan dihentikan di Jalan Kaharudin Nasution, atau tepatnya di pinggir Jalan Simpang Tiga Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru.

Saat dilakukan penggeledahan, Tim menemukan barang bukti Narkotika jenis shabu 4 bungkusan teh cina warna hijau dan 1 bungkus sedang sabu serta 3 bungkus sedang diduga pil ekstasi didalam bungkus dus ukuran kecil yang berada di dalam mobil.

Kemudian, Tim gabungan juga mengamankan 1 (satu) unit sepeda motor merk honda Scoopy bernopol BM 5388 TA yang posisi berada dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh M. Arifin Palakka bersama tiga pelaku lainnya.

Merasa cukup bukti atas tindak penyalagunaan Narkotika tersebut, selanjutnya 3 orang tersangka dan Barang bukti sabu dan pil ekstasi digiring ke Sat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru untuk pengusutan lebih lanjut.

Terkait kasus tersebut, ketiga pelaku terancam dikenakan pasal 12 ayat (2 dan Pa al 4 a at (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup dan minimal 5 tahun penjara.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH saat diwawancarai media yang diwakili oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardy SIK menyebutkan bahwa dengan mengamankan 4,5 kg sabu dan 3000 butir ekstasi tersebut setdiaknya bisa menyelamatkan 30.000 jiwa generasi bangsa.

"Total rupiah apabila dijumlahkan seluruh barang bukti tersebut lebih kurang sebesar 5,5 miliar rupiah," pungkas Wakapolresta. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.