Home / Peristiwa / Tidak Cukup Bukti, Jadi Alasan Tim Gakkum DLHK Riau Lepas Alat Berat dari Mapolhut

Tidak Cukup Bukti, Jadi Alasan Tim Gakkum DLHK Riau Lepas Alat Berat dari Mapolhut

Tidak Cukup Bukti, Jadi Alasan Tim Gakkum DLHK Riau Lepas Alat Berat dari Mapolhut
Disediakan Oketimes.com
Foto Inset : Kabid Penataan dan Pentaatan DLHK Riau bersama Kasi Gakkum serta barang bukti alat berat ekskavator hasil penindakan yang diangkut truk keluar dari Markas Polhut Riau Jalan Dahlia Pekanbaru, Senin 10 September 2018 malam, sekira pukul 22: 50 WIB.

Pekanbaru, Oketimes.com - Terkait pelepasan 1 unit alat berat ekskavator merk Hitachi PS 110 warna orange yang dilakukan Tim Gakkum Penataan dan Pentaatan DLHK Riau bersama Polhut Riau pada Senin 10 September 2018 malam dari Mapolhut Riau, Tim Penyidik Dinas LHK Riau, akhirnya angkat bicara pada oketimes.com pada Selasa (11/9/2018).

Melalui surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi oketimes.com, Tim Penyidik Dinas LHK Prov Riau melalui Kasi Gakkum DLHK Riau Agus Suryoko, SH MH, menyebutkan bahwa pelepasan baran bukti tersebut dilakukan tim penyidik, lantaran hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan tidak cukup bukti meski sudah memeriksa saksi-saksi pemilik lahan dan alat berat serta memintai keterangan saksi ahli Balai Pemantapan Kawasan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI wilayah XIX Pekanbaru.

Dalam surat itu, Tim penyidik Gakkum DLHK Riau, berdalih pengembalikan atau pelepasan alat berat dilakukan, lantaran unsur persangkaan pasal 92 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, tidak terpenuhi, sehingga tidak terdapat cukup bukti melakukan kegiatan di dalam kawasan hutan dan berkesimpulan penangkapan alat berat, bukan merupakan tindak pidana di bidang Kehutanan.

Hal itu dilakukan sesuai dengan Pasal 109 ayat (2) KUHAP, perkara dihentikan perkara berdasarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan tanggal 10 September 2018. Akibatnya, perkara tersebut dihentikan sesuai rujukan pasal 46 KUHAP, dan pihak Gakum DLHK Riau, secepatnya mengembalikan barang bukti berupa 1 (satu) unit alat berat Excavator merk Hitachi PS 110 warna orange, kepada pemiliknya, pada Senin 10 September 2018.

Sebelumnya, Tim Gakkum DILHK Riau bersama Polisi Kehutanan melakukan kegiatan Patroli pengamanan hutan, di wilayah hukum Kabupaten Kampar di wilayah Desa Mulia Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar.

Tim menemukan 1 (satu) unit alat berat ekskavator merk Hitachi PS 110 berwarna orange sedang membersihkan lahan. Setelah ditanya kepada operator dan mandor tentang perizinannya membersihkan lahan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya keabsahan adminstratif pelaku.

Atas peryataan terduga itu, sesuai kewenangan Polhut dan Penyidik berdasarkan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Rabu 24 Juli 2018. Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, mengamankan satu unit alat berat Ekskavator merk Hitachi PS 110 warna orange.

Hal itu sempat dilakukan penyidik, lantaran pelaku diduga melanggar pasal 92 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Selanjutnya satu unit alat berat ekskavator merk Hitachi PS 110 warna orange tersebut, diamankan dan dibawa ke Kantor Polisi Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau Jalan Dahlia nomor 2 Sukajadi, Pekanbaru, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Belakangan dari hasil pemeriksaan lokasi Tim Gakkum menemukan barang bukti berupa 1 (satu) unit alat berat Excavator merk Hitachi PS 110 warna orange, setelah diambil titik koordinat geografis dan dipetakan pada Kawasan Hutan Provinsi Riau berdasarkan lampiran Peta surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor. SK.903/MENLHK/SETJEN/PLA.2/12/2016 tanggal 7 Desember 2016.

Diketahui dan dinyatakan oleh Ahli dari BPKH wilyahah XIX Pekanbaru, menyatakan bahwa lokasi tempat kejadian ditemukannya alat berat tersebut berada di luar kawasan hutan, sehingga persangkaan pasal 92 ayat (1) huruf B Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan tidak memenuhi unsur membawa/memasukkan alat berat untuk melakukan kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan.

Menyikapi permasalahan diatas bahwa yang dimaksud dengan Penyidikan berdasarkan Pasal 1 angka 2 KUHAP, Penyidikan merupakan serangkaian tindakan Penyidik yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi, guna menemukan tersangkanya. Terhadap perkara tersebut diatas dengan barang bukti berupa 1 (satu) unit alat berat Excavator merk Hitachi PS 110 warna orange.

Belakangan, karena tidak terpenuhi unsur persangkaan pasal 92 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, tim tidak mendapat cukup bukti melakukan kegiatan di dalam kawasan hutan, lantaran bukan merupakan tindak pidana di bidang Kehutanan.

Sesuai dengan Pasal 109 ayat (2) KUHAP perkara tersebut dihentikan berdasarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan Senin 10 September 2018, dan perkara dihentikan sesuai pasal 46 KUHAP, untuk secepatnya barang bukti berupa 1 (satu) unit alat berat Excavator merk Hitachi PS 110 warna orange, dikembalikan kepada Pemiliknya, pada tanggal 10 September 2018.

Demikian surat elektronik penjelasan ini disampaikan oleh Tim Penyidik Gakkum Budang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau, yang diterima oketimes.com di Pekanbaru, 11 September 2018.

Seperti diberitakan pada Senin 10 September 2018 sekira pukul 22:50 WIB malam, 1 unit ekskavator warna orange merk Hitachi yang diduga hasil tangkapan Tim (Gakkum) Bidang Pentaatan dan Penataan bersama Polisi Kehutanan DLHK Riau, pada 24 Juli 2018 lalu sempat diamankan di Markas Polhut Riau Jalan Dahlia Pekanbaru, kini sudah berpindah tangan kepada orang lain yang diduga pemilik alat berat.

Dari hasil pantauan oketimes.com di Markas Polhut Riau, Senin 10 September 2018, tepat sekira pukul 20.15 WIB, sebuah mobil truk Fuso Mitsubishi roda 10 memasuki halaman Markas Polhut Riau. Kemudian salah satu petugas jaga pos memberikan arahan menuju lokasi pemuatan alat berat tepat di depan halaman Markas Polhut Riau, seraya menutup pagar pintu masuk dan keluar markas Polhut Riau.

Tak lama kemudian, petugas Polhut bersama Komandan Polhut DLHK Riau, datang serta mengarahkan truk tersebut untuk segera memuat alat berat yang akan diangkut.

Sepertinya arahan Komadan Polhut tersebut sudah terafiliasi dengan perintah sang pimpinan, sehingga tidak butuh waktu lama, barang bukti 1 unit alat berat hasil tangkapan Tim Gakkum dibawah naungan Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau itu berjalan mulus naik kepangkuan truk yang dikemudikan seorang operator alat berat.

Melihat peristwa tersebut, oketimes.com menghampiri peristiwa unik itu dan mengambil gambar untuk dokomentasi pemberitaan yang disaksikan oleh Komandan Polhut Riau bersama beberapa anggota Polhut Riau lainnya.

Usai mengabadikan moment tersebut, awak media ini meminta penjelasan dari sang Komandan Polhut, dengan mengajukan pertanyaan "mengapa alat berat barang bukti ini diangkut pada malam hari pak? Sang Komandan Polhut pun terlihat agak risih menjelaskan kepada media ini sembari mengatakan, "Saya tidak tahu itu, itu arahan pimpinan tanya saja kepada mereka," jawab Komandan Polhut itu tanpa menjelaskan secara rinci terkait pelepasan alat berat itu.           

Lantas awak media kembali menanyakan, apa dasar alat berat tersebut bisa dilepaskan pak? Komadan Polhut Riau ini pun mengatakan bahwa seluruh pelepasan barang bukti tersebut sudah dilakukan oleh pimpinan, termasuk serah terima barang. "Oh ya serah terima barang ini sudah lengkap dilakukan, makanya kita berikan kepada pemiliknya," tukas Dan Polhut.

Disinggung siapa pemilik alat berat barang bukti yang dilepas tersebut? Komandan Polhut ini kembali membisu, sembari pergi meninggalkan awak media ini, untuk mengarahkan mobil truk yang sudah standby untuk membawa alat berat tersebut keluar dari Markas Polhut Riau.

Tepat sekira pukul 22.50 WIB, truk Fuso yang mengangkut barang bukti tersebut pun berlalu meninggalkan Markas Mapolhut Riau, yang kemudian disusul Komandan Polhut Riau bersama anggota Polhut untuk menggiring barang bukti tersebut keluar dari wilayah Markas Polhut Riau.

Wwak media ini mencoba mengkonfirmasikan Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau yang saat ini dijabat oleh Said Nurjaya lewat ponselnya ke 0812 6707 8XXX dan 0813 7494 3XXX, akan tetapi sama sekali tidak aktif, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan kepada awak media ini terkait pelepasan alat berat tersebut. Pesan pendek yang dikirimkan juga tidak berbalas.

Hal senada juga dilakukan Kasi Gakkum Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau, Agus Suryoko SH, ketika dihubungi lewat ponselnya, juga sedang tidak aktif, sehingga tidak bisa dimintai penjelasan terkait pelepasan barang bukti alat berat tersebut. Pesan pendek yang dikirimkan lewat Whatsapp juga tidak berbalas.

Tak jauh beda dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, yang saat ini dijabat oleh Ir Ervin Rizaldi, MH saat dihubungi lewat ponselnya juga tidak aktif. Sementara pesan Whatsapp yang dikirimkan ke ponselnya terlihat sudah terbaca, sebab tanda klik biru pembaca pesan sudah terceklist, namun tidak juga tidak memberikan keterangan hingga berita ini diturunkan. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.