Home / Khazanah / Bupati Bengkalis Sebut Makna Hijrah Bukan Hanya Berpindah Tempat

Bupati Bengkalis Sebut Makna Hijrah Bukan Hanya Berpindah Tempat

Bupati Bengkalis Sebut Makna Hijrah Bukan Hanya Berpindah Tempat
Diskominfotik Bengkalis For Oketimes.com
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda H Heri Indra Putra saat membacakan sambutan Bupati Bengkalis pada Tabligh Akbar Sempena Tahun Baru Islam 1 Muharram 1340 Hijriyah bertepatan pada, Senin malam, 10 Agustus 2018.

Bengkalis, Oketimes.com – Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyebut bahwa berhijrah tidak selamanya bermakna berpindah dari satu tempat ke tempat yang baru.

"Makna hijrah yang lain dan patut dilakukan adalah bertekad merubah diri demi meraih rahmat dan keridhaan Allah SWT," sebutnya.

Bupati Amril menyampaikan itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) H Heri Indra Putra pada Tabligh Akbar Sempena Tahun Baru Islam 1 Muharram 1340 Hijriyah bertepatan pada, Senin malam, 10 Agustus 2018.

Bupati mengatakan, dari sejumlah makna hijrah, yang terpenting adalah berukhuwah secara mendalam antara sesama muslim. Menurutnya dari ukhuwah itulah kekuatan umat Islam akan terbangun. Sebagaimana Rasulullah dahulu telah membangun kekuatan masyarakat Islam yang mengagumkan di atas fondasi ukhuwah.

Dibagian lain Bupati Amril mengajak masyarakat untuk selalu berdo’a dan berusaha demi kesejahteraan bersama. "Sempena peringatan Tahun Baru Islam ini mari kita sama-sama berdo’a dan berusaha untuk kebaikan dan kesejahteraan kita, agar dapat hidup aman, damai dan sejahtera di bawah ridha Allah SWT," ajaknya.

Tabligh akbar yang digelar Pemkab Bengkalis melalui Bagian Kesejahteraan Setda ini dilaksanakan di Masjid Agung Istiqomah dengan menghadirkan penceramah dari Pekanbaru, Ustadz H Zul Hendri Rais.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.