Home / Peristiwa / Tangkap Lepas Barang Bukti Polhut 'Bersemi' Kembali, Pejabat DLHK Riau Kompak 'Membisu'

Tangkap Lepas Barang Bukti Polhut 'Bersemi' Kembali, Pejabat DLHK Riau Kompak 'Membisu'

Tangkap Lepas Barang Bukti Polhut 'Bersemi' Kembali, Pejabat DLHK Riau Kompak 'Membisu'
Disediakan Oketimes.com
Foto Inset : Kabid Penataan dan Pentaatan DLHK Riau bersama Kasi Gakkum serta barang bukti alat berat ekskavator hasil penindakan yang diangkut truk keluar dari Markas Polhut Riau Jalan Dahlia Pekanbaru, Senin 10 September 2018 malam, sekira pukul 22: 50 WIB.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tradisi tangkap lepas barang bukti hasil Penindakan Penegakan Hukum (Gakkum) Bidang Pentaatan dan Penataan bersama Polisi Kehutanan DLHK Riau, sepertinya masih tetap bersemi hingga saat ini.

Sebagai bukti, Senin 10 September 2018 sekira pukul 22:50 WIB malam, 1 unit ekskavator warna orange merk Hitachi yang diduga hasil tangkapan Tim (Gakkum) Bidang Pentaatan dan Penataan bersama Polisi Kehutanan DLHK Riau, pada Minggu 22 Juli 2018 sore lalu yang sempat diamankan di Markas Polhut Riau Jalan Dahlia Pekanbaru, kini sudah berpindah tangan kepada orang lain yang diduga pemilik alat berat.

Dari hasil pantauan oketimes.com di Markas Polhut Riau, Senin 10 September 2018, tepat sekira pukul 20.15 WIB, sebuah mobil truk Fuso Mitsubishi roda 10 memasuki halaman Markas Polhut Riau. Kemudian salah satu petugas jaga pos memberikan arahan menuju lokasi pemuatan alat berat tepat di depan halaman Markas Polhut Riau, seraya menutup pagar pintu masuk dan keluar markas Polhut Riau.

Tak lama kemudian, petugas Polhut bersama Komandan Polhut DLHK Riau, datang serta mengarahkan truk tersebut untuk segera memuat alat berat yang akan diangkut.

Sepertinya arahan Komadan Polhut tersebut sudah terafiliasi dengan perintah sang pimpinan, sehingga tidak butuh waktu lama, barang bukti 1 unit alat berat hasil tangkapan Tim Gakkum dibawah naungan Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau itu berjalan mulus naik kepangkuan truk yang dikemudikan seorang operator alat berat.

Melihat peristwa tersebut, oketimes.com menghampiri peristiwa unik itu dan mengambil gambar untuk dokomentasi pemberitaan yang disaksikan oleh Komandan Polhut Riau bersama beberapa anggota Polhut Riau lainnya.

Usai mengabadikan moment tersebut, awak media ini meminta penjelasan dari sang Komandan Polhut, dengan mengajukan pertanyaan "mengapa alat berat barang bukti ini diangkut pada malam hari pak? Sang Komandan Polhut pun terlihat agak risih menjelaskan kepada media ini sembari mengatakan, "Saya tidak tahu itu, itu arahan pimpinan tanya saja kepada mereka," jawab Komandan Polhut itu tanpa menjelaskan secara rinci terkait pelepasan alat berat itu.           

Lantas awak media kembali menanyakan, apa dasar alat berat tersebut bisa dilepaskan pak? Komadan Polhut Riau ini pun mengatakan bahwa seluruh pelepasan barang bukti tersebut sudah dilakukan oleh pimpinan, termasuk serah terima barang. "Oh ya serah terima barang ini sudah lengkap dilakukan, makanya kita berikan kepada pemiliknya," tukas Dan Polhut.

Disinggung siapa pemilik alat berat barang bukti yang dilepas tersebut? Komandan Polhut ini kembali membisu, sembari pergi meninggalkan awak media ini, untuk mengarahkan mobil truk yang sudah standby untuk membawa alat berat tersebut keluar dari Markas Polhut Riau.

Tepat sekira pukul 22.50 WIB, truk Fuso yang mengangkut barang bukti tersebut pun berlalu meninggalkan Markas Mapolhut Riau, yang kemudian disusul Komandan Polhut Riau bersama anggota Polhut untuk menggiring barang bukti tersebut keluar dari wilayah Markas Polhut Riau.

Terkait hal itu, awak media ini mencoba mengkonfirmasikan Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau yang saat ini dijabat oleh Said Nurjaya lewat ponselnya ke 0812 6707 8XXX dan 0813 7494 3XXX, akan tetapi sama sekali tidak aktif, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan kepada awak media ini terkait pelepasan alat berat tersebut. Pesan pendek yang dikirimkan juga tidak berbalas.

Hal senada juga dilakukan Kasi Gakkum Bidang Penataan dan Pentaatan DLHK Riau, Agus Suryoko SH, ketika dihubungi lewat ponselnya, juga sedang tidak aktif, sehingga tidak bisa dimintai penjelasan terkait pelepasan barang bukti alat berat tersebut. Pesan pendek yang dikirimkan lewat Whatsapp juga tidak berbalas.

Tak jauh beda dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, yang saat ini dijabat oleh Ir Ervin Rizaldi, MH saat dihubungi lewat ponselnya juga tidak aktif. Sementara pesan Whatsapp yang dikirimkan ke ponselnya terlihat sudah terbaca, sebab tanda klik biru pembaca pesan sudah terceklist, namun tidak juga tidak memberikan keterangan hingga berita ini diturunkan.

Sebagaimana diberitakan, Tim Gakkum Bidang Penaatan dan Pentaatan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, berhasil mengamankan dua unit ekskavator milik perambah hutan diatas lahan areal HPH PT Diamon Raya Timber, pada Minggu 22 Juli 2018 sore lalu.

Kedua unit ekskavator yang diamankan itu, diamankan tim Gakkum bersama Polisi Kehutanan DLHK Riau, saat kedua alat berat membuka lahan atau land clearing pembersihan dan kanal di Mekar Sari Kelurahan Batu Teritip Kecamatan Sungai Sembilan Dumai.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kabid Pentaatan dan Penataan DLHK Riau Said Nurjaya SH, didampingi Kasi Penegakan Hukum (Gakkum) DLHK Riau, Agus Suryoko SH MH bersama tim penyidik Polhut DLHK Riau Ngadiana, SH dan beberapa personel lainnya di lokasi.              

"Dua unit alat berat ekskavator yang kita amankan merk Komatsu dan Hitachi, sedangkan operator kernetnya kabur saat kita lakukan penggerebekan," ujar Kasi Penegakan Hukum (Gakkum) DLHK Riau, Agus Suryoko SH MH saat dikonfirmasikan Selasa 24 Juli 2018 sore.

Dijelaskan Agus, penangkapan kedua alat tersebut dilakukan, merupakan hasil dari pengembangan penyelidikan yang dilakukan tim Gakkum dan Polhut DLHK Riau dan adanya informasi yang dilakukan dari pihak pemegang IUPPH-HA.

"Berangkat dari informasi tersebut, kita membentuk tim dan melakukan penyelidikan. Alhasil pada Minggu 22 Juli 2018 kita turun kelokasi dan berhasil mengamankan dua unit ekskavator.  

Agus juga menjelaskan hingga saat ini belum ada yang mengakui siapa pemilik kedua kedua alat berat tersebut yang saat ini sudah diamankan di Mapolhut DLHK Riau di Jalan Dahlia Sukajadi Pekanbaru.

"Siapa saja pelaku dan operator pemilik kedua alat berat tersebut hingga saat ini belum ada yang mengaku untuk bertanggungjawab atas kepemilikan dua unit alat berat itu," pungkas Agus. (ars)  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.