Home / Peristiwa / BNPB Sebut Korban Gempa Lombok Bertambah Jadi 387 Orang

BNPB Sebut Korban Gempa Lombok Bertambah Jadi 387 Orang

BNPB Sebut Korban Gempa Lombok Bertambah Jadi 387 Orang
Ist
Tim basarnas bersama TNI-Polri saat mengevakuasi korban runtuhan Masjid di Lombok Utara, pasca gempa tektonik berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang wilayah Lombok, pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu.

Jakarta, Oketimes.com - Jumlah korban tewas jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah menjadi 387 orang.

"Diperkirakan jumlah korban meninggal terus bertambah, karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya, Sabtu (11/8/2018).

Selain itu, kemungkinan masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan. Verifikasi terhadap data korban meninggal terus dilakukan. Di Kabupaten Lombok Timur, sebelumnya dilaporkan ada 11 orang meninggal dunia, namun ternyata ada satu korban yang didata dua kali.

"Setelah diverifikasi, ternyata terjadi pencatatan ganda karena ada satu korban dilaporkan dua kali menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," jelas Sutopo.

Sutopo mengatakan korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (334) disusul Kabupaten Lombok Barat (30), Kabupaten Lombok Timur (10), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Sementara jumlah korban luka mencapai 13.688 orang dan jumlah warga yang mengungsi 387.067 orang.

Para pengungsi tersebar di berbagai tempat pengungsian di di Lombok Utara (198.846), Kota Mataram (20.343), Lombok Barat (91.372) dan Lombok Timur (76.506).

Setelah kena guncangan gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya menghadapi gempa 7,0 Skala Richter yang diikuti dengan gempa-gempa susulan, yang salah satunya berkekuatan 6,2 Skala Richter.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.