Home / Ekbis / OJK Siap Awasi Dana Siluman Jelang Pilpres

OJK Siap Awasi Dana Siluman Jelang Pilpres

OJK Siap Awasi Dana Siluman Jelang Pilpres
Int
ILustrasi

Jakarta, Oketimes.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK), siap menindaklanjuti laporan penggunaan dana di luar kewajaran jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019 melalui lembaganya itu. Penindakan bakal dilakukan, jika mendapatkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Djustini Septiana mengatakan laporan itu tak hanya bisa dilihat spesifik di pasar modal saja, karena PPATK melakukan pengawasan secara menyeluruh.

"Jadi PPATK selalu mengirim ke kami lalu kami lihat. Kami lihat siapa orang ini dan untuk apa dananya," ucap Djustini seperti diberitakan cnnindonesia pada Jumat (10/8/2018).

Sebelum ke pasar modal, aliran dana di luar kewajaran itu umumnya bisa terlihat lebih dulu di perbankan. Sejauh ini, ia belum mendapatkan laporan dugaan penggunaan dana di luar kewajaran di pasar modal.

"Kalau ada di pasar modal, baru ada tindak lanjut," jelas Djustini.

Meski begitu, secara historis data yang penggunaan dana di luar kewajaran yang diberikan oleh PPATK tak mengalami perubahan signifikan antara momen tahun politik dengan tahun biasa.

"Normal, sama saja, biasa saja," ucap Djustini.

Secara keseluruhan, OJK menilai dampak tahun politik tak terlalu terasa bagi pasar modal, khususnya pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen mengatakan selama proses pilpres 2019 berjalan dengan aman, maka IHSG akan bergerak stabil.

"Artinya politik kita diapresiasi, paling aman sedunia dan mudah-mudahan 2019 pun berlangsung dengan baik jadi stabilitas tetap terjaga," ucap Hoesen,

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), laju IHSG tercatat meningkat secara year on year (yoy). Rinciannya, pada pilpres 2014 IHSG menguat 44,56 persen ke level 1.000, kemudian pada 2009 melonjak 86,98 persen ke level 2.534, dan pada 2014 lalu naik 22,29 persen ke level 5.226.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.