Home / Peristiwa / WNI Korban Bus Terbakar di Saudi Bukan Jemaah Calon Haji

WNI Korban Bus Terbakar di Saudi Bukan Jemaah Calon Haji

WNI Korban Bus Terbakar di Saudi Bukan Jemaah Calon Haji
Ist
Syafii yang tewas pada insiden bus terbakar di Arab Saudi, bukan jemaah calon haji Indonesia. Syafii adalah sopir bus yang membawa jemaah calon haji asal Turki.

Makkah, Oketimes.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengonfirmasi bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Muh. Syafii yang tewas pada insiden bus terbakar di Arab Saudi, bukan jemaah calon haji Indonesia. Syafii adalah sopir bus yang membawa jemaah calon haji asal Turki.

"Meninggal empat dimana tiga dari mobil penabrak," kata Kabid Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subkhan Cholid di Mekkah, Minggu 29 Juli 2018.

Pihaknya sudah menemui operator bus milik Saudi Public Transportation Co. (Saptco) untuk melakukan pengecekan mengenai kemungkinan adanya korban dari jemaah Indonesia. "Korban meninggal WNI itu atas nama Muh Syafii yang sudah 12 tahun kerja di Saptco," kata dia.

Subkhan mengatakan pihaknya berupaya menemui keluarga Syafii di Saudi. Berdasarkan informasi, adik Syafii sedang berhaji di Tanah Suci.

Menurut Subkhan, kronologi kecelakaan bermula ketika bus Saptco yang berada 80 kilometer dari pusat kota Makkah tertabrak mobil dari arah berlawanan. Mobil menghantam bagian kemudi bus dan langsung terbakar. Sementara jemaah calon haji asal Turki berhamburan keluar bus dan dinyatakan selamat.

Untuk penanganan korban WNI, lanjut dia, akan diserahkan kepada kepolisian Arab Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi. "Kami tunggu hasil kepolisian, KJRI. Pemulangan jenazah kemungkinan repot kalau ke Tanah Air," kata dia ditanya soal proses pemakaman almarhum Syafii.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.