Home / Pendidikan / Akal Bulus SMAN 5 yang Tertutup, Loloskan Siswa Lewat Pintu Belakang

Akal Bulus SMAN 5 yang Tertutup, Loloskan Siswa Lewat Pintu Belakang

Akal Bulus SMAN 5 yang Tertutup, Loloskan Siswa Lewat Pintu Belakang
Ist
Foto inset : Ilustrasi PPDB SMA 2018, Kepala Sekolah SMAN 5 Selamet Spd dan Plang Nama SMAN 5 Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN Pekanbaru, diduga sarat manipulasi data dan penyimpangan dalam penerimaan siswa baru tahun ini. Selain kurangnya transparansi penerimaan, peluang untuk penerimaan siswa baru lewat pintu belakang kian melebar.

Kenapa tidak, sebagai bukti, awak media ini mendapat informasi yang layak dipercaya, bahwa peluang penerimaan siswa baru kelas X (sepuluh) lewat pintu belakang terjadi secara terus-menerus selama sepekan ini, kendati penerimaan siswa baru sudah ditutup sejak 9 Juli 2018 lalu.

Akan tetapi pihak sekolah masih saja terus membuka peluang penerimaan bagi siswa baru, meski dari luar zonasi sekolah yang tidak sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Sebagaimana diketahui, SMAN 5 Pekanbaru untuk kelas X atau Kelas I SMA, terdapat 11 lokal dengan berbagai masing -masing jurusan dan terdiri dari dalam 1 lokal mencapai 30 hingga 32 siswa dalam satu lokal. Sehingga kalau dihitung jumlahnya mencapai kurang lebih 352 siswa.

Akan tetapi dalam penerapannya, pihak SMAN 5 Pekanbaru, malah menyediakan hanya 10 lokal saja untuk bisa menerima siswa baru yang jumlah totalnya hanya 320 siswa baru saja yang dapat diteriman.

Itu pun belum dikurangi dengan jumlah siswa yang tinggal kelas, sehingga total kuota yang harus diterapkan dalam penerimaan PPDB SMAN Pekanbaru baru hanya 228 orang saja yang dapat diterima di tahun ajaran 2018/2019 ini.

Akan tetapi dari hasil penelusuran awak media ini dilapangan, malah pihak sekolah tidak menerapkan sistim penerimaan siswa baru tersebut dengan benar dan tidak transparan.

Sebagai bukti, pihak sekolah hanya berani mengumumkan di papan penguman sekolah yang hanya mencamtumkan beberapa anak tempatan yang dapat diterima pihak sekolah. Sementara untuk anak guru dan siswa yang tinggal sekolah tidak mencamtumkan berapa jumlah total yang harus diterima di sekolah.

"Ini cukup luar biasa dan ada pembodohan publik dalam PPBD tahun ini, sudahlah tidak transparan. Pihak sekolah, ngotot merasa benar dan usdah melakukan penerimaan dengan baik," tukas seorang warga Jalan Kereta Api Kel Tangkerang Tengah ini yang mengeluh minimnya keterbukaan pihak SMAN 5 dalam melaksanaan PPBD tahun 2018 pada Rabu 11 Juli 2018.

Yang paling menarik lanjut warga tersebut, pihak sekolah dalam sepekan terakhir ini terus 'bergrilya' melakukan penerimaan siswa baru lewat pintu belakang, baik dari luar dan dalam zonasi sekolah. Dengan alasan, bahwa siswa tersebut merupakan anak-anak guru yang mau masuk sekolah di SMAN 5.

"Ini tidak bisa dibiarkan, seharusnya pihak sekolah harus lebih transparan dalam penerimaan siswa baru ini, dan kita meminta pemerintah provinsi lewat Disdik Riau, harus melakukan investigasi dengan benar dalam pelaksnaanya," harap warga Jalan Kereta Api ini yang tidak setuju disebutkan jati dirinya pada awak media ini.

Informasi yang dihimpun awak media ini, pihak sekolah menerima siswa kurang lebih puluhan siswa lewat pintu belakang, lantaran adanya deal-deal tertentu dengan calon siswa baru dengan pihak sekolah dalam penerimaan PPDB tahun ini.

Modusnya, pihak sekolah menerima siswa baru lewat pintu belakang dengan berdalih jatah anak guru dan anak tinggal sekolah yang mencapai belasan siswa hingga puluhan siswa.

Terkait hal itu, pihak Inspektorat Provinsi Riau tengah mencium adanya dugaan praktek penerimaan siswa baru lewat pintu belakang yang diduga dilakukan pihak sekolah yang saat ini di pimpin oleh Slamet SPd. Bahkan informasi yang berkembang pihak Inspektorat Provinsi Riau sudah memanggil panitia dan Kepala Sekolah tersebut.            

Terpisah, Selamet SPd Kepala Sekolah SMAN 5 Pekanbaru saat dikonfirmasikan pada Rabu 11 hingga Jumat 13 Juli 2018 ini, lewat ponselnya ke nomor 0812 7609XXX tidak bersedia menjawab pertanyaan media ini meksi dalam keadaan aktif.

Begitu juga pesan pendek pertannyaan yang dikirimkan ke Ponselnya tak kunjung berbalas. Sepertinya mantan Kepala SMAN 14 Pekanbaru ini lebih suka menutup diri ketimbang memberikan penjelasan seputar pelaksanaan PPBD tahun ajaran 2018/2019 di SMAN 5 Pekanbaru yang diduga menyimpang dari alur kententuan dan aturan PPDB tahun ini.

Hal yang sama juga dilakukan Slemet saat dihubungi lewat panggilan dan pesan Whatsapp yang dikirimkan lewat ponselnya juga tidak ada jawaban darinya hingga berita dimuat. (ars)     

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.