Home / Hukrim / Ditinggal Pacar, Ibu Muda Ini Melahirkan di Kamar Kosan dan Tinggalkan Bayi Mungilnya di Depan Rumah Warga

Ditinggal Pacar, Ibu Muda Ini Melahirkan di Kamar Kosan dan Tinggalkan Bayi Mungilnya di Depan Rumah Warga

Ditinggal Pacar, Ibu Muda Ini Melahirkan di Kamar Kosan dan Tinggalkan Bayi Mungilnya di Depan Rumah Warga
Humas Polresta Pekanbaru For Oketimes.com
Tim Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2) kota Pekanbaru, didampingi Ketua RT 03 dan RW 13 setempat, memberikan bayi mungil kepada orang tua pelaku di rumahnya Selasa 3 Juli 2018 siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Warga Jalan Kaswari RT 02 RW 13 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru, heboh dengan penemuan seorang bayi baru lahir jenis kelamin perempuan yang tergeletak di depan teras rumah warga, Selasa 3 Juli 2018 dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Penemuan bayi jenis perempuan itu, pertama kali ditemukan pemilik rumah bu Asni, warga setempat yang ditemukan tergeletak di teras rumahnya. Ia terkejut bukan kepalang, ketika melihat sesosok bayi yang baru lahir itu ditemukan dalam keadaan terbungkus dan penuh dengan bercak darah yang baru melahirkan. 

Bercampur takut dan penasaran, bu Asni pun mencoba menyelematkan bayi tersebut dengan merawat dan membersihkan pakaian bayi itu.

Tak lama kemudian, Asni bersama warga setempat, merupaya untuk mencari tahu siapa ibu dari pemilik bayi yang tega meletakkan bayi itu di depan rumahnya itu. Warga pun mencurigai ditempat salah satu kos kosan yang ada di daerah tersebut.

Alhasil, ternyata orang tua bayi yang tega meletakkan buah hatinya itu merupakan salah satu penghuni kos-kosan berinisial SD alias Sari yang tidak jauh dari rumah bu Asni.

Saat ditemukan warga, kondisi di dalam kamar kos-koasan itu, masih terlihat bercak darah. Ketika ditanya, pelaku SD mengakui bayi yang ditemukan di depan rumah itu adalah bayinya sendiri.

Tak lama kemudian, warga pun menyerahkan SD alias Sari ke Polsek Bukit Raya, guna dilakukan proses penyeidikan lebih lanjut.

Informasi yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, SD mengaku kepada petugas bahwa ia mengakui tengah melahirkan seorang bayi perempuan pada Senin 02 Juli 2018 sore sekira pukul 16.00 WIB di tempat kosanya sendiri di Jalan Kaswari Kel. Sidomulyo Timur Kec. Marpoyan Damai Pekanbaru.

Kemudian pada Selasa 04 Juli 2018 sekira pukul 03.00 WIB, SD meletakkan bayinya itu di depan pintu teras salah satu rumah warga setempat. Lantaran bayinya itu masih dalam keadaan kotor dan berniat minta tolong pada bu Asni untuk membersihkan bayi tersebut.

Namun saat mengetuk pintu dan memanggil orang yang ada di dalam rumah, tidak ada yang menjawab dan keluar. Lantaran kondisi SD masih pendarahan, SD pun meninggalkan bayi di depan rumah dan kembali pulang ke kos untuk membersihkan darah yang masih keluar.

Diakuinya juga bahwa saat melahirkan tidak ada orang yang membantunya saat melahirkan, ianya melahirkan didalam kamar sendirian di dalam kamar. Hal itu dilakukan lantaran SD, tidak mempunyai biaya buat bersalin.

Sari menjelaskan bahwa bayi yang dilahirkan adalah hasil dari hubungan dengan Budi, pacar SD yang sudah lama membina hubungan dengannya. Akan tetapi semenjak ia berbadan dua, pacarnya tersebut sudah tidak pernah bertemu dan tidak diketahui keberadaannya.

Usai mendengarkan penjelasan tersebut, bayi tersebut diserahkan warga kepada orang tua SD, yakni ibu Erita orang tua kandung SD disaksikan oleh Asmanidar dari Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2) kota Pekanbaru didampingi Ketua RT 03 dan RW 13 setempat.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK SH MH melalui Ipda Budhi Dianda saat dikonfirmasikan pada Rabu 4 Juli 2018 siang, membenarkan adanya penemuan bayi yang ditemukan warga tergeletak di depan teras rumah warga, Selasa 3 Juli 2018 dini hari sekira pukul 04.00 WIB.               

"Ya benar, saat ini bayi tersebut sudah diserahkan kepada orang tua pelaku SD, sedangkan ibunya masih diamankan di Polsek Bukit Raya resta Pekanbaru, guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Budhi. (ars) 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.