Home / Hukrim / Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba

4 Pegawai Dishub Samosir, 1 Pemilik Kapal

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba
Ist
Kepolisian Daerah Sumut menggelar Konfrensi Pers penetapan 4 dari lima tersangka terkait Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menelan ratusan korban jiwa di Mapolda Sumut, Kamis, 28 Juni 2018.

Medan, Oketimes.com - Setelah hampir dua pekan pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, Kepolisian Daerah Sumatera Utara akhirnya menetapkan lima tersangka, terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menelan ratusan korban meninggal dunia pada Senin 18 Juni 2018 sore, saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir ke Tigaras.

Kelima tersangka diantaranya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Samosir Nurdin Siahaan. Tiga orang dari pihak regulator, yakni Karnilan Sitanggang selaku Pegawai honor Dishub Samosir sekaligus anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Golpa F Putra selaku Kapos Pelabuhan Simanindo PNS Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir dan Rihad Sitanggang selaku Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan dan Poltak Soritua Sagala selaku nakhoda kapal dan sekaligus sebagai pemilik kapal.

Dengan penetapan tersebut, maka jumlah tersangka dalam kasus KM Sinar Bangun, yang tenggelam setelah melaju dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir ke Pelabuhan Tigaras di Parapat, Kabupaten Simalungun, menjadi 5 orang.

"Tersangka sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Dia yang mempunyai kewenangan dalam mengawasi angkutan kapal di Samosir," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja dalam konfrensi persnya Kamis, 28 Juni 2018.

Dijelaskannya, kasus ini ditangani tim gabungan meliputi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bekerjasama dengan Ditpolair Polda Sumut dan Polres Samosir. Kepala Dinas Perhubungan dijadikan tersangka, karena sebagai pemilik kewenangan justru lalai melaksanakan tugasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan, barang bukti yang disita dari penanganan kasus tenggelamnya KM Sinar Bangub berupa, 45 blok karcis retribusi masuk Pelabuhan senilai Rp. 500 yang telah digunakan.

Sebagai barang bukti, turut disita 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga (roda dua senilai Rp 500 yang telah digunakan), dan fotocopy dokumen kelengkapan KM Sinar Bangun IV Nomor 117.

"Mereka kita ditetapkan sebagai tersangka sudah dilakukan penahanan. Mereka dijerat Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana (Dengan pidana kurungan selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar) Jo pasal 359 KUHPidana. Ancaman hukuman 5 tahun penjara," tegas Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw, di Mapolda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Senin 25 Juni 2018.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.