Home / Citizen Journalism / Ini Dia Ikan Predator Asal Sungai Amazon yang Masuk ke Jawa Timur

Ini Dia Ikan Predator Asal Sungai Amazon yang Masuk ke Jawa Timur

Ini Dia Ikan Predator Asal Sungai Amazon yang Masuk ke Jawa Timur
(Facebook-Riska Darmawanti)
Ikan Arapaima

Jawa Timur, Oketimes.com - Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan pelepasan beberapa ekor ikan jenis Arapaima gigas di Sungai Brantas, Jawa Timur. Ikan predator yang memangsa ikan-ikan lainnya ini hidup di perairan sungai Amazon, Amerika Serikat. Sungguh aneh, jika hewan ini bisa tiba-tiba "nyasar" ke perairan Indonesia.

Habitat asli ikan ini ada di perairan tropis Amerika Selatan. Banyak yang mengkhawatirkan jika ikan ini malah akan memangsa ikan asli dari perairan Indonesia. Ikan Arapaima juga adalah ikan air tawar paling besar di dunia dan bisa tumbuh hingga 3 meter dengan berat mencapai 200 kg.

Pelepasan ikan Arapaima ini menjadi heboh ketika video yang menunjukkan beberapa orang sedang melepas 2 ekor ikan Arapaima ke sungai Brantas.

Pemilik ikan predator yang berinisial HG ini diketahui memiliki kolam di Desa Canggu, Jetis, Mojokerto, yang digunakan untuk membesarkan ikan ini. Dari rumah HG di Canggu, ditemukan 4 ekor ikan Arapaima dan 18 ekor lainnya ditemukan di rumah Hg di Desa Trosobo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kabar yang beredar, ikan ini telah dilepas sebanyak 70 ekor. Padahal ikan ini termasuk kategori ikan yang dilarang masuk ke Indonesia dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 mengenai larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia.

Meski sudah mendapat larangan dari pemerintah, ikan ini dijual di forum jual-beli Kaskus. Ikan Aripaima dengan berat 10 gram ini dijual dengan harga Rp 902.500. Memang sejak dilepas ke Sungai Brantas, ikan ini menjadi buruan para pencari ikan di Mojokerto.***

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.