Home / Pendidikan / Suyatno Pimpin Apel Pencanangan Pembuatan Muatan Lokal Melayu Riau Tingkat Rokan Hilir

Suyatno Pimpin Apel Pencanangan Pembuatan Muatan Lokal Melayu Riau Tingkat Rokan Hilir

Suyatno Pimpin Apel Pencanangan Pembuatan Muatan Lokal Melayu Riau Tingkat Rokan Hilir
jd
Bupati Rokan Hilir H. Suyatno pimpin apel Pencanangan Pembuatan Muatan Lokal Melayu Riau Tingkat Kabupaten, Senin 25 Juni 2018 di lapangan purna MTQ, Batu enam.

Bagansiapiapi, Oketimes.com - Bupati Rokan Hilir H. Suyatno pimpin apel Pencanangan Pembuatan Muatan Lokal Melayu Riau Tingkat Kabupaten, Senin 25 Juni 2018 di lapangan purna MTQ, Batu enam.

Apel itu merupakan apel perdananya usai cuti dari jabatan sebagai Bupati Rokan Hilir karena maju sebagai Calon Wakil Gubernur Riau. Suyatno cuti dari jabatannya selama lebih kurang 4 bulan.

Ia kembali aktif jadi Bupati terhitung dari tanggal 23 Juni 2018. Selama cuti, Jabatannya dijabat oleh Wakil Bupati Drs. H. Jamiluddin dengan status Pelaksana Tugas.

Diwawancara usai Apel, Bupati Suyatno menyampaikan tujuannya digelar apel Pencanangan Pembuatan Muatan Lokal Melayu Riau supaya kembali ke fitrah.

"Kedepannya Riau akan memiliki adat istiadat yang sudah mapan. Selama ini kita hanya mengenal bahasa arab melayu aja, Yang lain tidak ada. Makanya dilakukan apel serentak se riau ini," ujarnya.

Ia juga berharap melalui program pencanangan pembuatan muatan lokal melayu ini, Riau yang identik dengan budaya melayu lebih terkenal ditingkat Nasional dan Mancanegara.

"Intinya seperti itu,Terutama anak kita yang masih duduk di bangki TK, SD, SMP dan SMU itu tidak banyak mengenal budaya melayu riau ini. Makanya kita sangat menyayangkan hal seperti ini," ungkapnya.

Bupati Suyatno mencontohkan Provinsi yang mengembangkan budaya daerahnya yang begitu luar biasa seperti Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Bali.

"Apa salahnya Riau membuat suatu program yang sama seperti provinsi yang saya sebutkan tadi. Dari sekarang kita bina anak-anak kita supaya mereka lebih mengenai budaya melayu riau," harapnya.

Untuk menekankan agar budaya melayu riau dilestarikan tambah Bupati, Terutama ada istiadat, dan Tata Krama karena melayu terkenal dengan santun.

"Melayu terkenal santun,sopan dan sebagainya, Bayangkan tari tepak sirih zapin ada sebuah lirik Kain Buruk Untuk Menghapus Air Mata, itu maknanya kan luar biasa itulah kita menhargai satu yang lainnya," ujarnya.

Tampak hadir pada apel itu, Wakil Bupati Jamiluddin, Ketua DPRD Nasruddin Hasan,Sekda Surya Arfan, Kepala Dinas, Badan/Kantor, Kepala Bagian, Camat dan ASN lainnya. (Jon)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.