Home / Citizen Journalism / Edan, Lelaki Ini Rela Rogoh Rp1,2 Miliar untuk Beli BMW X5 sebagai Peti Mati Almarhum Ayahnya

Edan, Lelaki Ini Rela Rogoh Rp1,2 Miliar untuk Beli BMW X5 sebagai Peti Mati Almarhum Ayahnya

Edan, Lelaki Ini Rela Rogoh Rp1,2 Miliar untuk Beli BMW X5 sebagai Peti Mati Almarhum Ayahnya
(Facebook)
Lelaki Ini Jadikan BMW X5 sebagai Peti Mati.

Oketimes.com - Peti mati biasanya terbuat dari kayu atau tanah liat, tapi di Nigeria, seorang lelaki rela merogoh kocek dan menghabiskan uang sebesar Rp 1,2 miliar untuk membeli BMW X5 terbaru dan menggunakannya sebagai peti mati untuk almarhum ayahnya.

Lelaki yang mendadak jadi terkenal, karena foto penguburan sang ayah yang viral di media sosial, dikenal sebagai Azubuike. Ia kehilangan sang ayah tercinta dan memutuskan mengubur ayahnya bersama mobil mewah ke dalam tanah.

Meski niatnya 'terpuji', bukan berarti warganet setuju atas keputusan Azubuike. Para pengguna Facebook marah dan mengatakan bahwa Azubuike telah mengejek almarhum ayahnya dengan keputusan tersebut.

"Beli mobil untuk orangtua Anda saat ia masih hidup jika Anda punya uang dan mengubur mereka dengan peti mati yang layak. Ini adalah pamer," tulis seseorang.

Lainnya, menganggap Uzubuike salah dengan membiarkan penduduk desa jatuh pada kemiskinan sementara dirinya malah mengubur sebuah mobil mahal.

"Mengapa tidak memberikan uang kepada orang-orang desa, atau kembali dan ambil mobil jika ada yang bisa. Ini tidak, dia (ayahnya) sudah pergi, atau beri penduduk desa air yang baik untuk diminum," tulis komentar lainnya.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya hal semacam ini terjadi di Nigeria. Face2face Afrika melaporkan bahwa tiga tahun lalu, miliarder Nigeria asal Enugu yang tidak disebutkan namanya juga telah mengubur ibunya dengan mobil SUV Hummer terbaru.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.