Home / Hukrim / Tak Rela Pacar dicemoh Pengendara Motor, Pemuda Tembilahan Jadi Korban Pengeroyokan

Tak Rela Pacar dicemoh Pengendara Motor, Pemuda Tembilahan Jadi Korban Pengeroyokan

Tak Rela Pacar dicemoh Pengendara Motor, Pemuda Tembilahan Jadi Korban Pengeroyokan
Humas Polda Riau For oketimes.com
Korban pengeroyokan saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan Kab Indragiri Hilir (inhil) Riau, Minggu 10 Juni 2018.

Tembilahan, Oketimes.com - Tak rela sang pacar dicemoh oleh segerombolan pengendara motor yang melintas di jalan, FB (21) warga Kecamatan Tembilahan Hulu Kab Inhil, Riau, jadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda yang tak dikenal Minggu 10 Juni 2018 dini hari sekira pukul 01.30 WIB di Jalan Provinsi Desa Pulau Palas Tembilahan.

Tak terima atas perbuatan yang dilakukan sekelompok pemuda tersebut, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Tembilahan Hulu, dengan Laporan Polisi LP/13/VI/2018/ Riau/Res Inhil/Sek Tembilahan Hulu, Minggu 10 Juni 2018, tentang Tindak Pidana Pengeroyokan.

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian setempat lewat Bidang Humas Polda Riau, sebelum kejadian pengeroyokan dialami korban pada Sabtu 9 Juni 2018 malam sekira pukul 23.30 Wib, korban Febri dan teman perempuannya LS, pergi ke Desa Pulau Palas, untuk menyaksikan acara pengantin sahur.

Korban dan Lisa, kemudian nongkrong di Jembatan dekat kuburan Parit 6 Pulau Palas. Tak lama kemudian melintas sekelompok pemuda yang tidak dikenal dengan mengederai sepeda motor seraya melontarkan kata - kata yang bernada pelecehan dalam bahasa banjar, yang bunyinya "Hai Lisa, ganal bangat buritmu".

Mendengar itu, korban bermaksud membela teman wanitanya dan mendatangi rombongan pemuda yang bersuara tadi, untuk menanyakan apa maksudnya perkataan seperti itu. Sehingga tidak terelakkan pertengkaran antara korban dengan rombongan pemuda tersebut.

Kalah jumlah, korban pun menjadi korban pengeroyokan dengan sejumlah luka-luka memar dan wajah korban lebam serta disekujur tubuh korban merasa sakit. Kemudian, korban kembali ke jembatan dan mengajak LS balik. Saat itulah Lisa melihat baju FB, sudah basah karena cucuran darahnya sendiri akibat luka di kepala bagian belakang.

LS kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembilahan Hulu, yang kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari pemeriksaan medis, diketahui korban menderita luka di kepala belakang, leher dan jari kelingking kiri.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto SIK saat dikonfirmasikan Senin 11 Juni 2018 siang, kepada oketimes.com membenarkan adanya laporan korban pengeroyokan yang dialami FB (21) warga Kecamatan Tembilahan Hulu ke Mapolsek Tembilhan Hulu Kab Inhil, Riau pada Minggu, 10 Juni 2018, dini hari sekira pukul 02.30 WIB.

"Ya benar, memang ada laporan seperti itu, saat ini para terduga sudah dikantongi para pelaku serta dalam pengejaran Unit Opsnal Polsek Tembilahan Hulu," ujar Sunarto.

Adapun nama-nama terduga pelaku terang Sunarto, berinisial AP, UD dan AL. Sementara barang - bukti yang diamankan sebagai bukti pengeroyokan satu lembar baju kaos warna coklat bekas lumuran darah milik korban dan selembar celana panjang bermotif loreng berlumuran darah milik korban.

"Untuk saat ini, petugas kita sedang memburu para pelaku, guna pengembangan penyelidikan lebih lanjut,' pungkas Sunarto. (ars)   

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.