Home / Hukrim / Terperdaya Modus Penipuan Telepon Minta Uang Tebusan, Rekening PNS Ini Terkuras Rp39,2 Juta

Terperdaya Modus Penipuan Telepon Minta Uang Tebusan, Rekening PNS Ini Terkuras Rp39,2 Juta

Terperdaya Modus Penipuan Telepon Minta Uang Tebusan, Rekening PNS Ini Terkuras Rp39,2 Juta
int
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Terjebak mudus penipuan minta uang tebusan pencabutan perkara, WN alias Ningsih (45) warga Jalan Kemiri Sukajadi Pekanbaru, menjadi korban penipuan modus telepon gelap oleh orang yang tidak dikenal, Jumat 1 Juni 2018 siang sekira pukul 14.35 Wib.

Korban yang terperdaya bujuk rayuan penelepon, menuruti permintaan si penelpon, agar segera mentrasnfer sejumlah uang. Karena adik angkat korban saat ini sedang ditahan oleh pihak Kepolisian, lantaran memiliki senjata api ilegal.

Tanpa pikir panjang, korban yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, langsung menuruti si penipu tersebut dengan cara mentransfer sejumlah uang kepada pelaku.

Tak tanggung-tanggung, pelaku berhasil menguras uang korban sebesar puluhan juta, yakni mencapai Rp. 39,2 juta rupiah seketika. Sadar menajdi korban penipuan moudus telepon gelap, korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolresta Pekanbaru.         

Informasi yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, sebelum peristiwa penipuan tersebut dialaminya, korban mendapat telepon dari adik angkatnya dan mengatakan meminta korban untuk menyerahkan uang pancabutan berkas laporan, karena adik angkatnya tertangkap membawa senjata ilegal.

Tanpa pikir panjang, korban bergegas ke ATM untuk mengirim uang sebesar Rp.39,2 juta melalui rekening BCA sebesar Rp. 8.100.000, dan Mandiri sebesar Rp. 2.000.000, ke BRI sebesar Rp. 29.100.000. Sadar menjadi korban penipuan penelpon gelap. Akhirnya pun korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolresta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK MH melalui Paur Humas Ipda Budi Anda saat dikonfirmasikan oketimes.com Minggu 3 Juni 2018 siang, membenarkan adanya laporan korban penipuan modus telepon gelap minta uang tebusan pencabutan perkara keluarga korban yang terlibat tindakan kejahatan ilegal.

"Iya, laporannya sudah kita terima kemarin Sabtu 2 Juni 2018, saat ini tim Satreskrim Polresta Pekanbaru sedang melakukan lidik untuk mengungkap pelaku," pungkas Budhi Anda. (ars) 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.