Home / Hukrim / Tergiur Beli 2 Mobil Sitaan di Pekanbaru, Warga Tanjung Pinang Tertipu Ratusan Juta

Tergiur Beli 2 Mobil Sitaan di Pekanbaru, Warga Tanjung Pinang Tertipu Ratusan Juta

Tergiur Beli 2 Mobil Sitaan di Pekanbaru, Warga Tanjung Pinang Tertipu Ratusan Juta
Int
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Tergiur hendak membeli 2 unit mobil seken sitaaan Rupbasan di Pekanbaru, seorang anak gadis warga Tanjung Pinang Barat, Kecamatan Tjg Pinang Barat provinsi Kepulaan Kepri, terpaksa harus menunda niatnya untuk memiliki 2 mobil, lantaran mobil yang dipesan tak kunjung terlihat wujudnya, meski uang beli mobil sudah ditransfer ratusan juta.

Hal inilah yang dialami SRV alias Siti (24), warga Jalan Bhayangkara Gg Sepakat Kelurahan Tanjung Pinang Barat Kecamatan Tjg Pinang Barat Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menjadi korban penipuan oleh rekannya sendiri di Pekanbaru, atas bujuk rayuan rekannya untuk membeli 2 mobil seken jenis Honda CRV dan Avanza Veloz seharga Rp 139 juta yang akan dilelang dari Rupbasan (rumah penitipan barang sitaan negara).      

Informasi yang dirangkum di Polresta Pekanbaru, pada Sabtu 2 Desember 2017 lalu, sekira pukul 10.05 WIB pagi. Korban bersama rekannya SAM alias Ipul (53) warga Jalan Thamrin V Pekanbaru, sepakat untuk melakukan transaksi pememesan 2 mobil tersebut di Jalan Sudirman ATM Bank BNI Kantor Cabang Utama Pekanbaru.

Merasa sudah deal, korban pun melakukan transferan ke rekening SAM alias Ipul dengan dua kali transfer. Tahap pertama, korban mentransfer sebesar Rp 114.000.000 ke noreknya lewat BRI A.n inisial SAM pada Sabtu 2 Desember 2017 lalu, sekira pukul 10.05 WIB pagi.

Kemudian pada tahap dua, teman korban berinisial VS alias Vina kembali mentranfer uang sebesar Rp 25 juta kepada rekening pelaku, sehingga total nilai uang yang ditransfer kepada Ipul mencapai Rp139 juta rupiah. Dengan harapan dua mobil seken berjenis 1 unit Honda CRV tahun 2011 dan Toyota Avanza Veloz tahun 2016 segera direalisasikan.

Setelah ditransfer, pelaku SAM alias Ipul (53) berjanji akan menyanggupi permintaan korban dengan segera mungkin paling tidak akan memberikan mobil setelah 30 hari uang diterima.

Merasa sudah jatuh tempo, korban menagih janji rekannya itu dan bertanya bagai mana janjinya, apakan sudah ada mobil yang dimaksud. Syaiful pun mengatakan belum ada kabar dari Rupbasan dan diminta bersabar.

Setelah masuk bulan April 2018, korban kembali bertanya kepada pelaku, namun jawaban SAM malah berkelit dan kian kabur seraya berjanji bahwa uang yang sudah diterima pelaku akan akan dikembalikan. Namun, setelah ditagi-tagih hingga kini duit pembelian mobil tersebut tak kunjung dikembalikan.

Merasa menjadi korban penipuan, pelaku SAM dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru, atas tuduhan penipuan atau penggelapan uang pembelian 2 unit mobil tersebut sebesar Rp 139 juta dengan LP/515/VI/2018/RIAU/POLRESTA PEKANBARU tertanggal 1 Juni 2018.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto, SIK, MH melalui Paur Humas Ipda Budhi Anda saat dikonfirmasikan oketimes.com Sabtu 2 Juni 2018 siang, membenarkan adanya laporan korban penipuan jual beli mobil yang diterima Polresta Pekanbaru pada Juma 1 Juni 2018 kemarin.

"Ya benar, korban penipuan jual beli mobil sudah diterima SPKT Mapolresta Pekanbaru jumat kemarin, saat ini tim sedang melakukan lidik," pungkas Budhi Anda. (ars).

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.