Home / Pemerintahan / Soal Pelantikan Sekda Bengkalis, Diskominfo Luruskan Informasi tak Benar

Soal Pelantikan Sekda Bengkalis, Diskominfo Luruskan Informasi tak Benar

Soal Pelantikan Sekda Bengkalis, Diskominfo Luruskan Informasi tak Benar
Diskominforsantik Bengkalis to oketimes.com
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri.

Bengkalis, Oketimes.com - Bertempat di ruang serbaguna lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Bupati Amril Mukminin, Kamis Minggu lalu, 8 Februari 2018, mengambil sumpah jabatan dan melantik 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) serta ratusan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas.

Di kesempatan yang sama, Mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini, juga mengukuhkan Koordinator Kecamatan pada Dinas Pendidikan.

Sementara, dari 9 PPTP yang dilantik tersebut, tidak termasuk Sekretaris Daerah. Padahal jumlah "Kursi" PPTP yang dilelang (assesment) ada 10. Salah satunya jabatan untuk Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis.

"Untuk pelantikan Sekretaris Daerah Bengkalis, akan kami lakukan pada momen tersendiri," jelas Bupati Amril di sela-sela sambutannya, kala itu.

Lantas kapan Sekretaris Daerah Bengkalis akan dilantik?

Sejak Sabtu malam kemarin, 10 Februari 2018, berkembang informasi bahwa Sekda Bengkalis akan diambil sumpah jabatan dan dilantik pada Senin siang besok, 12 Februari 2018.

Ketika konfirmasi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, membantahnya.

"Informasi itu tak benar. Sejauh ini belum ada pemberitahuan atau undangan resmi jika Senin besok Sekda Bengkalis bakal dilantik," jelas Johan Minggu pagi, 11 Februari 2018, meluruskan informasi yang berkembang, sembari mengatakan masih berada di Pekanbaru.

Dijelaskan Johan, sesuai undangan yang diterimanya melalui short message service (SMS/pesan singkat) dari Kepala Sub Bagian Protokol Bagian Umum Sekretariat Daerah Bengkalis, Senin besok itu hanya rapat persiapan untuk pelantikan Sekda Bengkalis.

"Jadi bukan pelantikan Sekda Bengkalis seperti informasi yang berkembang saat ini. Hanya rapat persiapan untuk pelantikan," tegasnya, seraya mengaku juga banyak menerima pertanyaan dari berbagai pihak apa benar Senin besok Sekda Bengkalis bakal dilantik.

Ditanya, siapa dari tiga calon Sekretaris Daerah yang dipilih dan dipercaya Bupati Amril untuk menduduki kursi nomor satu dijajaran Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis itu, dia mengatakan belum mengetahuinya.

"Mengenai siapa orangnya, kami sama sekali belum memperoleh informasi. Itu sepenuhnya hak prerogatif Bupati Bengkalis," paparnya.

Untuk diketahui dan sebagaimana pernah disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bengkalis, HT Zainuddin, beberapa waktu lalu, ada tiga nama yang lulus assesment untuk jabatan Sekda Bengkalis.

Ketiga nama tersebut, yaitu, H Abdul Ridwan (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Renaldi (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) dan H Bustamy HY (Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah/BPAKD).

Pada saat pelantikan 9 pejabat PPTP Kamis lalu itu, jabatan Kepala BPKAD secara resmi sudah diisi pejabat definitif, yaitu Aulia. Dilantiknya Aulia ini, memunculkan spekulasi, bahwa Bustami HY berpeluang besar menduduki jabatan Sekda Bengkalis. Jabatan yang selama ini dipercayakan kepada H Arianto sebagai Pelaksana Tugasnya.

Apalagi pada saat pelantikan Kamis minggu lalu tersebut, meskipun hadir, Bustami HY termasuk salah satu peserta yang lulus assessment, namun tak ikut dilantik.

"Analisis itu sah-sah saja. Tapi saat pelantikan Kamis lalu itu, sepengetahuan kami bukan hanya beliau (Bustami HY) yang hadir. Ada beberapa peserta yang ikut dan lulus assesment yang juga tak ikut dilantik, meskipun hadir saat pelantikan tersebut," tutup Johan.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.