Home / Peristiwa / Aniaya Anak Kost, IRT Dilapor

Aniaya Anak Kost, IRT Dilapor

Aniaya Anak Kost, IRT Dilapor
int
Ilustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Nasib sial memang tidak bisa diduga kapan akan datang dan kapan pula akan berakhir. Hal inilah yang dialami RS alias Rian (21), seorang Mahasiswa asal Bantan Kab Bengkalis, Riau, yang lagi ngekos di Pekanbaru.

Tanpa disadari, ia didatangi RM alias Ris (46), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mengamuk serta melakukan penganiayaan secara membabi buta kepada korban saat RS baru saja selesai bermain Badminton di Jalan Angkasa atau tepatnya di lapangan Badminton Angkasa Center Pekanbaru, Sabtu 26 Mei 2018 malam sekira pukul 20.10 Wib.

Secara sengaja, pelaku langsung menghardik seraya menarik rambut serta memukuli kepala korban secara berulang-ulang  dan mencakari korban dengan kuku jari pelaku. Akibat penganiayaan itu, sekujur tubuh korban merasa sakit, pusing dan memar.       

Tak terima atas perbuatan pelaku, korban pun melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke SPKT Mapolresta Pekanbaru, dengan nomor Laporan Polisi Nomor : LP/496/V/ 2018 / Unit SPKT III / Polresta Pekanbaru pada Minggu tanggal 27 Mei 2018 sekira pukul 07.05 Wib.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK SH MH  lewat Paur Humas Ipda Budhi Anda saat dikonfirmasikan Senin 28 Mei 2018 siang, membenarkan adanya laporan RS alias Rian (21), seorang Mahasiswa asal Rupat Kab Bengkalis, Riau, atas dugaan penganiayaan yang dilakukan RM alias Ris (46) IRT kepada korban di lapangan Badminton Angkasa Center Pekanbaru, Sabtu 26 Mei 2018 malam sekira pukul 20.10 Wib.

"Ya benar, memang ada laporan soal penganiayaan itu, tapi perkaranya saat ini masih proses lidik, sebab motif yang melatar belakangi penganiayaan itu saat ini masih proses penyelidikan petugas," pungkas Ipda Budhi Anda. (ars)                

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.